Senin, 22 November 2010

Perpanjang SIM A

Hai all! Hari ini pertama kalinya saya perpanjang SIM. Bwahahaha norak banget yak sampe tulis2 di blog. Anyway, karena ini pengalaman pertama saya, jadi saya merasa penting untuk mencatat hal ini di blog, terutama untuk mencatat the latest fee untuk perpanjangan SIM ini. Yang saya perpanjang adalah SIM A, SIM yang buat mobil. My driving skill? Don't even ask! :P

Saya dibangunin mami pk. 7.30. Hoahh... still sleepy... Tapi, berhubung kiu-kiu (om) saya bentar lagi bakalan jemput, saya pun memaksa diri untuk bangun dr tempat tidur. Buru2 mandi, makan indomie soto koya, ganti baju, dandan, and... I'm ready!

Saya diantar ke kantor perpanjangan SIM yang ada di daerah Kemayoran. Saya gak tau jelas nama jalannya apa. Well, mungkin semua orang udah hafal tu tempat. Soalnya, siapa sih yang gak perlu perpanjang SIM di zaman ky gini?! Pasti udah pada tau juga tempatnya di mana.

Begitu saya turun dari motor, ada seorang bapak yang berdiri di samping papan yang kira2 bertuliskan: "PERPANJANG SIM A 30 MENIT, SIM C 30 MENIT"
Bapak berseragam putih hitam itu langsung menunjukkan tempat pertama yang harus saya tuju, yaitu Loket Data. Di Loket Data, saya diminta menunjukkan SIM lama saya. Jujur aja, bapak yang melayani di bagian Loket Data ini sepertinya sudah bosan melakukan pekerjaannya. Ngomongnya pendek2, tanpa senyum sama sekali. Sepertinya dia berpikir "Harusnya semua orang uda tau mesti ngapain di bagian Loket Data. Jadi gw ga usah ngomong apa2 lagi.." Well, buat saya yang baru pertama kali perpanjang SIM, mana saya tau?? Jangan jutek2 donk Pak.. Nah, setelah saya menunjukkan SIM saya, dia tanya2 soal alamat rumah saya. Sepertinya dia ngetes saya beneran tau ga rumah saya ada di daerah mana. Hm.. ya jelas saya tau donk, wong saya pernah tinggal di situ. Oke, di bagian ini saya tidak dikenakan biaya apapun.

Berikutnya, saya diminta ke Loket Asuransi. Di Loket Asuransi, yang melayani adalah seorang perempuan yang masih muda. Penampilannya rapi dan dia pakai eye shadow warna pink kayanya. Hahaha.. Rambutnya dicepol dengan manis. Di bagian ini saya diminta memperlihatkan SIM lama saya dan 3 lembar fotokopi KTP. Bagusnya di dompet saya ada fotokopi KTP. Jadi saya tidak perlu repot2 fotokopi lagi di tempat itu. Di lokasi perpanjangan SIM memang ada tempat fotokopi khusus, ya kios fotokopi biasa sih sebenarnya.. Tapi buang2 waktu aja kan kalo harus fotokopi KTP lagi. Setelah saya menyerahkan SIM lama dan 3 lembar fotokopi KTP saya, sang ibu muda cantik itu mengetik2, dan kemudian memberikan kepada saya sebuah kartu, yaitu Kartu Asuransi Kecelakaan Diri Pengemudi (AKDP). Dulu pas pertama bikin SIM, kok ga dapet ya? Baru sekarang nih dapet. Ternyata kalo terjadi kecelakaan seperti tabrakan, slip/tergelincir, dan tabrak lari, kita bisa dapet santunan dari PT. Asuransi Bhakti Bhayangkara.

Besarnya santunan untuk pemilik SIM A/B:
Meninggal dunia Rp. 4 juta
Cacat tetap maksimal Rp. 4 juta
Opname di RS Rp. 400.000

Untuk mengklaim santunan ini, ada surat2 yang diperlukan juga. Kalau yang uda punya, bisa baca sendiri deh di kartunya surat2 apa saja yang diperlukan.
Di Loket Asuransi ini, saya dikenakan biaya Premi Asuransi Rp. 30.000,-. Yang saya dapatkan dari Rp. 30.000 ini adalah: asuransi selama 5 tahun. Hehehe...Lama juga periode asuransinya, padahal cuma membayar Rp. 30.000,-. SIM lama dan 2 lembar fotokopi KTP saya dikembalikan ke saya.

Setelah itu, bapak petugas dengan pakaian putih hitam itu meminta saya untuk pergi ke bagian kesehatan. Ada tulisannya "Praktek Dr. Elena" Pas saya masuk ke dalam, yang bertugas adalah seorang pria berusia kira2 30an. Tadinya saya kira yang akan menyapa saya adalah seorang perempuan karena namanya Elena. Tapi sepertinya dia diwakilkan oleh petugas pria itu. Ruangannya tidak besar dan hanya ada 2 bangku plastik yang tampak tua, serta sebuah meja kayu tempat petugas itu menulis2. Petugas ini kerjanya cekatan sekali. Dia sama sekali tidak ingin membuang2 waktu. Setelah ia meminta 2 lembar fotokopi KTP dan SIM lama saya, saya langsung diminta mengisi selembar kecil fotokopian sederhana. Saya diminta menuliskan nama orang tua saya, tinggi badan, dan pekerjaan saya. Kemudian ada tes membaca angka2 seperti gambar di bawah ini.Selain itu, saya juga diminta membaca sebuah frase: Tulang kaki. Ya sudah.. cuma baca itu doank. :)
Kesimpulan: saya tidak buta warna dan bisa membaca. Right?! Untuk membuktikan hal tersebut, saya dikenakan biaya Rp. 25.000,-. Di tempat praktek ini semuanya berlangsung dengan sangat cepat!

Baru deh sekarang petugas berpakaian putih hitam itu meminta saya mendaftar di Loket Pendaftaran. Saya menyerahkan semua kertas2 yg sudah distaples di tempat praktek dokter tadi. Isinya adalah 1 lembar fotokopi KTP, kertas biodata yang kecil tadi, dan tentunya SIM lama saya. Di loket ini, bapak yang bertugas terlihat sedikit gemuk dan berkumis tebal. Orangnya ramah. Dia memastikan pekerjaan saya, "Pekerjaannya guru ya? Berarti mesti panggilnya bu guru nih!" Begitu katanya. Saya cuma manggut2, senyum2, dan bilang "Iya pak." Selanjutnya si bapak bilang," Biaya administrasinya Rp. 130.000,- ya Bu guru." Tentunya kali ini saya gak cuman manggut2, senyum2, n bilang "iya pak".. Nanti SIM saya ga kelar2 dan saya bisa dipelototin sama bapak berkumis tebal itu. Tapi saya langsung mengeluarkan uang dari dompet saya untuk membayarnya. Kemudian saya diminta ke ruang sebelah, yaitu Ruang Foto.

Di Ruang Foto, ada 2 bapak yang bertugas. Salah seorangnya meminta saya menunggu sebentar sampai dapat perintah untuk memotret saya. Setelah ada konfirmasi dari ruang sebelah, saya dipanggil dan diminta duduk di depan 'kamera' khusus untuk memotret orang2 yang mau perpanjang SIM. Setelah saya duduk, eh saya diminta berdiri lagi. Saya diminta menempelkan ibu jari tangan kiri dan tangan kanan saya secara bergiliran ke sebuah alat detektor sidik jari. Kemudian saya diminta menuliskan tanda tangan saya dalam ukuran sebesar2nya di sebuah alat khusus untuk mengcopy tanda tangan saya itu. Kemudian, baru deh saya diminta duduk kembali supaya wajah saya bisa dipotret. Selesai dipotret, saya diminta menunggu di luar.

Baru menunggu sekitar 30 detik, eh nama saya sudah dipanggil. Cepat sekalii!! Saat menyerahkan SIM saya yang baru, bapak yang melayani tidak lupa mengatakan: "PMInya Bu, Rp. 1000,-." Oh! Baiklah! Saya mencari selembar uang seribu di dompet saya. Tapi tidak ada.. Akhirnya saya mengeluarkan selembar uang Rp. 5000,- Bapaknya tanya, "Ga ada uang pas, Bu?" Saya coba cari2 lagi dompet. "Gak ada, Pak." Si bapak yang kebingungan mencari uang kembalian akhirnya menarik kertas PMI tersebut dan bilang, "Ya sudah deh gak usah. Lagian ini buat yang mau saja." Oh ya sudah.. Jadi, saya tidak jadi menyumbang untuk PMI deh. Sedikit aneh.. tapi ya sudahlah..

So, total uang yang saya keluarkan untuk perpanjangan SIM A saya hari ini adalah: Rp. 185.000,-.
Coba kita lihat yah 5 tahun mendatang jadi berapa nih biayanya. Hehehe.. And, to show how fast it is untuk perpanjang SIM: saya berangkat dari rumah Pk. 8.40 dan Pk. 9.15 saya sudah tiba lagi di rumah. Cepat banget kan?! Okay, that's all folks! Semoga infonya berguna!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ayo tinggalkan jejakmu di blogku! ^.^