Photobucket
Tampilkan postingan dengan label Boys-Girls Relationship. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Boys-Girls Relationship. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 September 2011

Menyikapi Ex & Cewe Barunya

Berawal dari post ini, di mana saya menyoroti sikap cewe yang mungkin jadi si 'wanita lain', sekarang saya mau menyoroti sikap cewe yang jadi 'korban', yaitu cewe yang ditinggal ma cowonya dan cowonya udah ada pacar/gebetan baru. Nelangsa banget yah pake katanya 'korban'. Kita ganti jadi si 'wanita pertama' Hihihi.. not getting any better.. :p Anyway, I cannot think of another word. So, let's just stay with 'wanita pertama'.

Kamis, 19 Mei 2011

It Takes Three

Marriage Takes Three
Sejak saya membaca tulisan-tulisan ci Grace dan ci Shinta, saya belajar bahwa marriage takes three. Di buku Tuhan Masih Menulis Cerita Cinta, ci Grace masukin tuh puisinya.

Selasa, 29 Maret 2011

Tubuh & Emosi Wanita

Setelah menulis tentang Batasan Fisik beberapa hari lalu, ternyata Leni mengakui punya perasaan yang sama seperti saya, yaitu merasa hina, rendah, dan kotor banget kalo sudah melakukan tindakan fisik yang cukup erat, tapi kemudian putus dengan pasangan. However, ketika saya dan Leni merasa demikian, Leni melihat ada teman perempuannya yang 'biasa saja' meskipun sudah menyerahkan semua. Is it true?

Sabtu, 26 Maret 2011

Batasan Fisik

Berawal dari baca post ci Lia tentang 5 Love Language (Words of Affirmation, Quality Time, Receiving Gifts, Acts of Service, dan Physical Touch) di SINI dan akhirnya jadi ikut2an tesnya di SINI, saya jadi kepikiran soal bahasa kasih yang terakhir: Physical Touch. Saya kasih lihat dulu yah hasil tes saya. ^^v

Minggu, 27 Februari 2011

The 5 Pillars of Manhood

Hari ini bener2 harinya me-repost doank! Hahaha.. Post ini ditulis oleh Pastor Jaeson Ma. Pastor Jaeson Ma ini menargetkan untuk tulis satu post setiap harinya selama setahun penuh. Ini tulisan dia di hari ke-284. Judulnya: The 5 Pillars of Manhood (How Men Should Love & Respect Women). Saya repost tulisan dia masih dalam rangka menjelaskan tentang seorang yang single dan utuh, yang sebelumnya sudah saya jabarkan di Single doesn't Mean Lonely. Kalau post yang Single doesn't Mean Lonely itu ditujukan buat cowo dan cewe,

Single doesn't Mean Lonely

Gara2 kemaren itu saya nulis Manusia Tidak Diciptakan Berpasang-pasangan (1) dan Manusia Tidak Diciptakan Berpasang-pasangan (2) , jadi ada yang nanya: Utuh tuh maksudnya gimana ya?? Hmm... Hal ini udah pernah dijelasin oleh Pastor Jeffrey Rachmat dari JPCC. Saya dulu pernah baca di internet dan waktu itu merasa: WOW!! Penjelasannya detail, tepat sasaran, n komplit banget!! Mungkin ini yang nulis Pastor Jeffrey Rachmat sendiri.. Atau seseorang dateng ke ibadah yang kebetulan pembicaranya adalah Pastor Jeffrey, terus dia ngerangkum ini dan post di internet. I don't know.. Jadi, kali ini saya hanya me-repost, ini bukan tulisan saya. The credit goes to Pastor Jeffrey Rachmat, yang merangkum (siapa yah? ada yang tahu?), and also Lord Jesus! Yang penasaran gimana caranya menjadi seorang single yang utuh, monggo dibaca sampe selesai.. :)

Jumat, 25 Februari 2011

Manusia Tidak Diciptakan Berpasang-pasangan (2)

Sebelum baca yang ini, ayo baca dulu yang sebelumnya di Manusia Tidak Diciptakan Berpasang-pasangan :)

Pertanyaan selanjutnya, kalau memang Allah tidak menciptakan manusia berpasang2an, kenapa Allah ciptakan Hawa?? Bukannya supaya Hawa jadi pasangannya Adam??

Manusia Tidak Diciptakan Berpasang-pasangan (1)

Belum lama ini saya ngobrol dengan teman saya, Margaretha Valentini, dan dia bertanya pada saya: Manusia diciptakan berpasang2an kan??

Jawaban buat pertanyaannya bisa panjang nih. Hahaha.. Waktu itu saya sempat menjelaskan beberapa hal ke dia. Tapi saya pikir sebaiknya saya tulis juga di blog. Siapa tau ada yang lagi bertanya tentang hal itu juga. Sooo, here it is!! :)

Pendapat bahwa manusia diciptakan berpasang2an itu akan saya bahas dalam 2 hal.

Selasa, 18 Januari 2011

Pria di Bawah Otoritas dan Visi

Di post yang sebelumnya, saya sempet cerita tentang pengalaman saya untuk tunduk di bawah otoritas. Kira2 begitulah contoh yang bisa saya berikan gimana seharusnya perempuan tunduk di bawah otoritas ortu dan pemantau2 rohaninya selama menunggu si Mr. Right. Kali ini, saya mau bagiin buat yang cowo2. Gimana nih kalo buat kalian? Apa juga nunggu cewe2 telpon terus cerita2in ke ortu dan pemantau rohani? Ya enggak donk ya.. Kalian kan bagiannya inisiator, bukannya waiting. So, I guess banyak dari kalian yang tiba2 'ting!' (artinya: gw tertarik nih sama cewe ini!) and berpikir untuk deketin dia. What to do? Let's take a look a lil bit further..

Otoritas

Hai all! It's good to be back with a story of my own (udah nyetok cerita nih). Hehe.. Kali ini saya mau bagiin tentang pengalaman hidup saya soal hubungan co-ce atau lebih kerennya boys-girls relationship. :p Dan, untuk subtopiknya, saya mau bahas: OTORITAS! Apa maksudnya??

Nah, untuk memulai, saya mau ngajak temen2 memutar ulang kalender kita ke bulan April 2009. Saat itu, saya baru putus cinta dan saya baca bukunya Grace Suryani - The Puzzle of Jomblo Life.