Minggu, 27 Februari 2011

Single doesn't Mean Lonely

Gara2 kemaren itu saya nulis Manusia Tidak Diciptakan Berpasang-pasangan (1) dan Manusia Tidak Diciptakan Berpasang-pasangan (2) , jadi ada yang nanya: Utuh tuh maksudnya gimana ya?? Hmm... Hal ini udah pernah dijelasin oleh Pastor Jeffrey Rachmat dari JPCC. Saya dulu pernah baca di internet dan waktu itu merasa: WOW!! Penjelasannya detail, tepat sasaran, n komplit banget!! Mungkin ini yang nulis Pastor Jeffrey Rachmat sendiri.. Atau seseorang dateng ke ibadah yang kebetulan pembicaranya adalah Pastor Jeffrey, terus dia ngerangkum ini dan post di internet. I don't know.. Jadi, kali ini saya hanya me-repost, ini bukan tulisan saya. The credit goes to Pastor Jeffrey Rachmat, yang merangkum (siapa yah? ada yang tahu?), and also Lord Jesus! Yang penasaran gimana caranya menjadi seorang single yang utuh, monggo dibaca sampe selesai.. :)

Read this sentences carefully
:
Baik atau buruknya suatu hubungan (teman, berpacaran / pranikah, atau pernikahan), tergantung dari siapa saja yang terlibat dari hubungan itu.

OMELET TELUR BUSUK
Temen-temen, kalo dipikirin dan direnungin maka kalimat di atas bener banget tuhh. Relationship kita dengan orang lain, tentu terkait erat dengan pribadi orang itu sesungguhnya. Seorang tokoh motivasi terkenal juga pernah bilang, kita adalah rata-rata dari karakter teman-teman kita, dengan kata lain keberadaan kita ini dipengaruhi oleh orang2 di sekeliling kita.

Contoh nyata deh:
Omelet, alias telor dadar / orak-arik. Dia akan menjadi makanan yang enak banget (terutama buat yang laper) kalo terbuat dari telur-telur yang segar dan baik. Tapi gw pernah bikin omelet dari 4 telur, dan ternyata waktu gw pecahin telur ke 4 dan tercampur dengan 3 yang lain, telur ke 4 itu udah busuk. Wakzzz..., Apa temen2 ada yang mau omelet dari 3 telur bagus dan 1 telur busuk..??

Tentu ga akan ada yang mau, because the 4th egg, has made the whole things going bad. Yup, si telur busuk tadi udah mempengaruhi/ merusak telur-telur yang baik. Dan kabar buruknya adalah : Omelet itu ga bisa jadi telur lagi.

Ilustrasi di atas, ga jauh beda dengan relationship yang kita alami dengan teman-teman kita, termasuk juga dalam pernikahan.

Relationship hanya bisa seindah dengan siapa kita menjalin hubungan itu. Kalo dalam pernikahan sudah diaduk menjadi satu, dan jika baru ketahuan kalau telur yang satu busuk dan mengalahkan telur yang baik... owww... that's terrible.

Now, kita lihat pada ayat di bawah ini, ayat yang mengawali tentang relationship antar manusia.
Kejadian 2:18 TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."
King James Version : And the LORD God said, It is not good that the man should be alone; I will make him an help meet for him.

Jika manusia seorang diri / Alone : Tuhan katakan itu "Tidak Baik".

Seorang diri = alone /sendirian, bukan single. Manusia yang Alone artinya : sendiri saja, eksklusif, terisolasi, menyendiri, tersendiri, tidak ada teman. Ini adalah kondisi yang tidak baik.

Mengapa TIDAK BAIK jika manusia seorang diri saja??

Here's the reason:

1. Karena KASIH. Sifat dasar dari kasih adalah MEMBERI, to give. God is Love, jadi supaya Tuhan bisa mengasihi maka Tuhan menciptakan manusia agar Tuhan bisa mencurahkan kasihNya.

2. Karena untuk memperoleh keturunan, maka harus berpasangan dengan lawan jenisnya.

3. Karena talenta dan kemampuan kita dapat dikembangan sendirian saja. Tetapi untuk mengembangkan Karakter, diperlukan orang lain! Betul khan?
You see guys? It's not good for a man to be alone (sendiri, eksklusif, menyendiri, tidak berteman)

But it's good to be SINGLE!

SINGLE artinya: tunggal, whole, utuh, complete, terpisah, unik (English Dictionary), whole, unique, undivided.

Tuhan tidak bilang : It's not good to be single, tapi yang Dia bilang : It's not good to be alone.

Adam = adalah pribadi yang Single, artinya complete, utuh, sempurna. Dikatakan "Allah melihat segala yang dijadikanNya itu sungguh amat baik". Ini berarti Adam adalalah pribadi yang utuh, single, complete, and nothing wrong with Adam as his person. Tidak pernah dikatakan bahwa Adam sibuk mencari pasangan untuk mengisi kekosongan jiwanya. Tidak !!

Yang tercatat adalah : Adam mengusahakan dan memelihara Taman Eden, sendirian 'bo ! Termasuk kerjaan yang mahaberat, yaitu memberi nama segala mahkluk hidup yang ada di bumi. Begitu sibuknya dia, sampai Adam enggak sadar kalo dia perlu teman. Tuhanlah yang bilang, bahwa "It's not good for a man to be alone". Adam sibuk, concern dgn pekerjaannya sehingga dia tidak merasa membutuhkan teman. Inisiatif berpasangan, justru datangnya dari T u h a n.

Perhatiin deh, pada saat Adam setia menjalankan panggilannya, maka Tuhan kasih bonus yaitu Pasangan Hidup. Nah, temen2 dah pada setia belom nihh? Hehe... Ayo kita setia, maka yang terbaik pasti Tuhan sediakan buat kita.

Waktu Tuhan menciptakan Hawa, wanita diciptakan BUKAN untuk membuat Adam menjadi complete. Why? Krn Adam sudah complete sejak sebelum dia ketemu wanita. Tujuan penciptaan wanita, sebagai penolong bagi Adam. The Lord said, "I'm going to make him a helper".

Ilustrasi nya gini : Untuk mengangkat meja sendirian, bisa dilakukan.
Tetapi dengan adanya penolong, maka akan membuat segala sesuatu menjadi lebih mudah, right?
Sekalipun saat itu Adam masih sendirian (alone), tetapi dia tidak merasa kesepian. Temen2 perlu ingat bahwa alone, belum tentu kesepian / lonely.
Adam memang tidak kesepian krn ada Tuhan di situ, tetapi jelas bahwa Tuhan bilang "it's not good for a man to be alone".

'SINGLE'NESS

Guys, Kapan kita tahu bahwa kita siap untuk menerima pasangan? Yaitu pada saat kita merasa tidak membutuhkan pasangan, karena disitulah kita merasa Complete. Adam telah membuktikannya. Hawa datang bukan pada saat dia sedang sibuk sana-sini mencari pasangan. Tuhan memberikan pasangan, justru pada saat Adam ada dalam kondisi terbaik, saat sedang complete, utuh, single dan menikmati panggilannya.

Singleness, adalah suatu tahapan yang harus dicapai oleh setiap orang yang akan menikah.

Hanya orang yang SINGLE, utuh - complete - matang - unik - secure - aman, hanya Single person yang siap masuk ke dalam arena pernikahan. Sebab pernikahan seharusnya terjadi antara two single persons, antara laki-laki yang utuh dan wanita yang utuh. Tetapi seringkali faktanya, pernikahan terjadi antara dua orang yang saling tidak utuh, yang saling mencari keutuhan dari diri pasangannya masing-masing.

Ilustrasinya gini : Ada dua gelas berisi air yang tidak penuh, diibaratkan sebagai seorang individu.
Pada masa pra nikah, seringkali seseorang berkata "ohh..., kekasih saya adalah orang yang bisa memenuhi hidup saya" atau "bersama dengan kekasih saya, hidup saya menjadi utuh / complete". Faktanya adalah : setelah yang gelas yang satu mengisi gelas yang lain, apa yang terjadi? Maka salah satu dari gelas itu akan menjadi kosong!

Temen-temen, pernikahan tidak akan menjadi baik kalau ternyata kita mendapatkan orang yang tidak single / tidak complete / tidak utuh. Perbuatan yang salah, jika kita mencari seseorang yang bisa mengisi kekosongan dalam hati kita. Bahkan, beberapa diantara kita mungkin udah mulai mencari-cari orang lain yang bisa mengisi kekosongan dirinya, sejak dari kecil...!! SMP mungkin?

Matius 22 :39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah : Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Yesus berkata, supaya kita bisa mengasihi sesama kita, baik itu pasangan kita, isteri/suami kita, maka kita harus bisa mengasihi diri sendiri.
Tidak bisa mengasihi dirimu sendiri = tentu tidak bisa mengasihi sesamamu manusia. Perlu dicatat bahwa mengasihi diri sendiri: bukan berarti selfish, self center, atau egois, melainkan menjadi utuh, complete, dan Single!!

Lantas bagaimana caranya mengasihi dirimu sendiri:

1. Mengenal diri kita sendiri. Do you know who you are ?
Do you know why you are in God?
Do you know why you are here?
Do you know your identity?
Yesus adalah pribadi yang mengetahui siapa diriNya, sehingga Dia bisa mengasihi orang lain. (Yoh 14:6, 10:9, 10:11, 6:35, 8:12, 11:25)

2. Menerima diri kita apa adanya, artinya kita memiliki gambar diri yang telah dipulihkan dalam Kristus.

Pernikahan yang tidak baik ialah dua individu yang tidak bisa mengasihi diri sendiri, tidak mengenal dirinya sendiri, tidak bisa menerima dirinya sendiri, tetapi berusaha untuk saling mengasihi.
Lihat contohnya di Sinetron.

Beberapa relationship pra nikah atau malah pernikahan, sebetulnya "mengosongkan" diri kita, atau "dries you up", atau membuat kondisi kita menjadi kering, yaitu pada saat pasangan kita berusaha memenuhi kekosongan dirinya.

Jika pasangan kita sedikit-sedikit telpon kita dan bilang, "Knapa sih elo gak telp gue?", atau sedikit-sedikit "Knapa sih elo ga perhatiin gue?", atau "Kenapa sih elo enggak seperti yang lain?"

Sesungguhnya, kalau kita Single (complete, utuh, whole), maka kita tidak segitu butuhnya diperhatiin, karena kita bisa mengasihi diri sendiri dan siap mengasihi orang lain. Yesus adalah pribadi yang tahu persis siapa dirinya, apa tujuan hidupnya, dan kenapa Dia ada di muka bumi ini. (Yohanes 8:14)

IT'S MORE IMPORTANT TO BE SINGLE

Ternyata jika ditelaah lebih jauh, lebih penting untuk menjadi Single lebih dahulu ketimbang menikah. Adalah lebih aman untuk tidak menikah lebih dahulu, daripada menikah tapi kita belum menjadi single. Hal yang paling berbahaya dalam pernikahan adalah orang yang tidak Single/utuh, menikah dengan orang yang tidak Single/utuh. Itulah penyebab perceraian dan memudarnya kebahagiaan dalam pernikahan.

Ilustrasi : Masih mending kalau gelas tadi berisi 50% : 50%. Yang lebih parah, jika yang satu dalam kondisi yang dibawah 50%. Jika individu yang satu tidak bisa memenuhi yang lain, maka pasangannya akan mencari orang lain, yang dianggap bisa memenuhi kekosongan dirinya dan terjadilah perselingkuhan yang berujung pada perzinahan.

Lihatlah pada realita yang ada, orang yang tidak utuh/complete/ single menikah dengan yang tidak utuh, maka tinggal menunggu waktu saja dan dalam hitungan jari, tahun2 pernikahan mereka akan segera berakhir.

It's more important to you to be SINGLE first, then get married.

Kalaupun sekarang kita belum get married, yang terpenting kita menjadi SINGLE, maka dengan demikian kita tetap bersukacita. Sebab, orang yang tidak SINGLE, tidak utuh, tidak dapat menguasai dirinya (Amsal 25:28). Bagaimana mungkin orang yang kosong / tidak utuh akan dapat mengendalikan dirinya? Dia hanya bisa mengendalikan sebagian dari dirinya, tidak sepenuhnya. Tentu saja, hanya orang yang Single, yang complete / penuh / utuh, akan dapat mengendalikan hidupnya.

READ THIS :
Orang yang tidak utuh/complete, tidak dapat memberikan apa-apa untuk pasangannya karena memang tujuan awal dia mencari pasangan adalah selfish, hanya untuk mengisi kekosongan dirinya sendiri. Pasangan seperti ini hanya akan banyak menuntut, banyak minta diperhatiin dsb. Dia akan mengganggu konsentrasi hidup kita, pekerjaan, karier, bisnis dll. This person will dries you up.

IT'S A WRONG MYTH

Mitos yang keliru ialah : Menikah adalah kunci menuju kebahagiaan, seakan belum lengkap kalau belum menikah. Ini menyebabkan kebanyakan orang sejak muda berpikir untuk mencari seseorang, untuk mengisi kekosongan d i r i nya.

It's completely wrong, guys. Why ??
Karena kekosongan hidup kita hanya bisa diisi oleh Tuhan. Makanya Tuhan Yesus bilang, "Seek ye first the Kingdom of God ", Mat 6:33.
Tuhanlah yang seharusnya menjadi pusat, sumber dan inspirasi untuk mengisi kekosongan hati kita.

Kita semua tahu, bahwa kita tidak perlu menikah untuk menjadi complete. Pernikahan tidak selalu menambah urapan dalam diri kita, tidak selalu akan menjadikan kita sebagai berkat bagi orang lain. That's not the point of a marriage. Kepenuhan panggilan kita hanya bisa didapat di dalam Tuhan, yaitu pada saat kita tahu siapa diri kita, kita bisa menerima diri kita sendiri, kita tahu kenapa kita ada disini, dan kita memahami apa tujuan hidup kita.

Kunci menerima kebahagiaan yang sebenarnya adalah : Apabila kita menjadi single/utuh/ complete, mengenali siapa kita di dalam Tuhan dan mengetahui tujuan hidup kita, baik dalam keadaan menikah atau tidak menikah. Ada orang-orang yang masih sendirian, belum berpasangan/ menikah, tetapi dia tidak pernah merasa kesepian karena dia Single, utuh/complete dalam panggilannya. Tidak dipungkiri, bisa saja sewaktu-waktu ada keinginan memiliki pasangan, tetapi keinginan itu tidak pernah membuat dia menjadi goyah dan tetap maksimal dalam panggilannya.

SEKALI LAGI : HANYA BISA DIISI OLEH YESUS
Banyak orang yang sendirian tapi dia belum utuh/kosong/ sepi, hidupnya banyakdiisi dengan usaha-usaha utk memenuhi kekosongan dirinya dan menjadi orang yang sibuk sana-sini mencari tulang rusuknya. Cobain sana, cobain sini, lirik sana-sini, jadian sana-sini, putus sana-sini, parah deh pokoknya. Jika dia menikah, bisa jadi dia malah akan merusak pasangannya jika pasangannya adalah orang yang Single.

Ingat ilustrasi omelet. Telur yang busuk akan merusak telur yang baik. Nahh, jika pasangannya tidak Single/utuh, wahh... akan lebih parah lagi. Mereka akan saling mengeringkan, saling menuntut, saling menyakiti dan tidak dewasa, dan akan berakibat pada ketidak-bahagiaan dan perceraian. Guys, sekali lagi pahamilah, bahwa rasa kesepian dan tidak utuh, TIDAK BISA DIISI OLEH PASANGAN KITA, melainkan hanya oleh Tuhan Yesus.
(maka layanilah Tuhan, cari dulu Kerajaan Allah, ikutlah kegiatan2 Gereja, berikan dirimu; perhatianmu, usaha kreatifmu dan waktumu... maka yang lain2 akan ditambahkan bagimu...)

Justru pernikahan yang sempurna, hanya bisa dilakukan oleh dua orang Single, yaitu mereka yang telah utuh dan complete. Mereka berdua tidak akan saling mengeringkan, tapi saling memberi pujian, saling mendukung, saling menunjang dan tidak saling menuntut. These two Single persons akan menghasilkan sesuatu yang baik, kekuatan yang baru, berkat bagi sekeliling, dll.

Tidak heran jika setelah pernikahan, maka baik sang pria maupun sang wanita, akan menjadi individu yang semakin berkualitas, yang mengalami kepenuhan panggilannya di dalam Kristus. Berbahagialah kita jika menikah dengan pribadi yang Single, pribadi yang utuh/complete, punya kedewasaan dan panggilan dalam Kristus.

Remember:
Hubungan kita hanya sebaik dengan siapa saja yang terlibat dalam hubungan itu.
To be single should be the goal of every person.
Dan entah kita menikah atau tidak, sudah menikah atau belum...., STAY SINGLE !!

Sumber: Pastor Jeffrey Rachmat's preach

23 komentar:

  1. Herman Cah bagoes27 Februari 2011 23.05

    Yoii...gw jg ketemplaknya pas baca buku Waiting and Dating,di bagian yang judulnya "Anda siap berkencan,ketika Anda tidak membutuhkannya". Pertama gw pikir,ni statetment aneh banget....kalo gitu ngapain gw pacaran kalo gw ngga butuh!?ha3. Tapi biz baca,ternyata yg dimaksud harus jadi manusia yg utuh dl dalam Tuhan terlebih dl...langsung deh kaya ditampar...PLAKKK!! wkwkwk..

    (http://books.google.co.id/books?id=7lGosIZ_G7wC&printsec=frontcover&dq=myles+munroe-waiting+and+dating&source=bl&ots=marNoiT9V0&sig=2fB2UaugxIeKeyJyvOfJDftHzr0&hl=id&ei=bDwPTZveMYPprAf_q63ACw&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=2&ved=0CCQQ6AEwAQ#)-page 15

    BalasHapus
  2. @herman: hehehe iya! tu kalimat juga gw stabilo di buku gw! sayang tuh gw ga dateng pas lo bawain di komsel. penasaran lo bawainnya kaya apa.. soalnya anak2 bilang bagus banget herman bawain firmannya.. hehehe

    BalasHapus
  3. Kalo memberkati ya itu gara2 Babe,Step. Bagian ane cuman critain pengalaman doank koq. Ok,keep blessing with writing!

    BalasHapus
  4. @herman: setujuu!! siipp!! gw bakal usahain nulis terus! ^^

    BalasHapus
  5. oohhh seperti itu, nga kepikiran... oke deh thx ya untuk "utuh"nya.. sekarang bearti journey to single hehehe

    BalasHapus
  6. @psalm: ur welcome!! ada banyak buku bagus soal single utuh. coba baca I kissed dating goodbye - Joshua Harris, Waiting and Dating - Myles Munroe. If u r a woman, then read Lady in Waiting - Jackie Kendall & Debby Jones. Pasti akan sangat membantu dlm belajar jadi seseorang yg utuh dalam Tuhan! ^^

    BalasHapus
  7. halo ci :)
    salam kenal.. tau dari blognya ci Lia hehehhe..
    aku punya lho mp3 kotbahnya Ps. Jeffry ttg Single ini.. iya kereeen bgt, ci.

    BalasHapus
  8. @Volare: hai Volare!! Panggilnya bener kan Volare? ato lebih suka dipanggil Amanda nih? :) Salam kenal juga! Wah?! Kamu punya MP3nya?? ckck keren keren..

    BalasHapus
  9. evelyne&fenrir2 Maret 2011 08.42

    hehehehe kebalikan dari pikiran orang2 ya gun...mikirnya klo nikah baru deh kehidupan lengkap..padahal buat apa nikah tapi malah jadi gelas yang kosong gr2 ngisi yang satunya lagi...

    BalasHapus
  10. iya, biasanya temen2 manggil amanda kok. hehehhe..
    iya ada. ada 4 seri kalo gak salah ttg single ini. dan semuanya keren :)

    BalasHapus
  11. @cing2: betuuull!!!
    @amanda: oooh oke! panggil amanda aja yah.. oh ada 4 seri?? yg aku post ini seri ke berapa?? seri yg laennya ada di internet juga??

    BalasHapus
  12. seri 1.
    judulnya SINGLE FOREVER :D
    klo di internet.. gak tau saya...
    coba cek seri berikutnya:
    - R Rated
    - Too Fast Too Furious
    - Dating 101

    BalasHapus
  13. Wah, setuju banget nih sama postingan yang ini. Sering denger sih dari orang - orang tentang khotbahnya pasteur Jeffrey ini. Cuma baru baca secara lengkapnya sekarang.

    Banyak orang ingin menikah hanya karena fase hidup bahkan dijadikan sebagai tujuan hidup. Wah,akhirnya bisa kecewa dan perceraian terjadi.
    Makanya kalo menurut gw menikah itu hanya salah satu sarana bagi beberapa orang untuk mencapai visi yang Tuhan kasih. Soalnya ada juga yang still single. Ga semua orang harus menikah.

    Mungkin perumpamaan meja itu sangat menggambarkan ya. Thanks ya uda diposting ulang, jadi bisa baca deh. Hehhee..Gb

    BalasHapus
  14. @Sinta: Setuju Sin!! Menikah memang adalah sarana untuk mencapai visi yang Tuhan kasih!! Totally true!! GBU2 Sinta!!

    @Amanda: okay aku bakal cek di inet! thanks for the info!!

    BalasHapus
  15. Hi sista! salam kenal.. terima kasih atas tulisan2nya.. sangat bagus dan menginspirasi.. membantu mengerti/memahami sebuah konsep/pemahaman tentang sesuatu dengan lebih mudah.. =) thanks and terus berkarya ^^
    -Ribka

    BalasHapus
  16. Hi sista! salam kenal yaa.. ^^ thanks untuk tulisan2 mu yang sangat bagus dan menginspirasi.. tulisan2mu membantu mengerti dan memahami tentang sebuah konsep/pemahaman.. terutama tentang Firman Tuhan.. terus berkarya! thanks =)

    BalasHapus
  17. @Ribka: Ribka, salam kenal juga!! Kamu masukin komen sampe 2 yah? Itu 2-2nya kamu bukan ya? Soalnya isinya sama.. hohoho.. Oke, mari kita sama2 terus belajar Firman Tuhan!! :)

    BalasHapus
  18. iya itu aku 2-2nya hehe.. Okee.. ^^ thanks ya

    BalasHapus
  19. guys,gw cuman mau nanya Ps.Jeffrey Rachmat pernah sekolah theologia nga?kalo pernah dimana ya?sekali lagi cuman pingin tau aja,makasih ya

    BalasHapus
  20. @Ribka: oke! :)
    @Ronaldmamesah: Gw juga gak tau. haha maybe u can google it? :)

    BalasHapus
  21. hy c stephanie, bagus bnget blog c.. sangat memberkati banget tulisan c.
    boleh izinkan share gak c?? biar teman2 Jenn yang lain bisa bljr dan mengerti jg..

    Thank c..

    BalasHapus
  22. Jeffrey Rachmat tidak pernah sekolah teologia. Dia sendiri yang menkonfirmasi dalam khotbah 2 minggu lalu di JPCC.

    BalasHapus

Ayo tinggalkan jejakmu di blogku! ^.^