Minggu, 19 Desember 2010

Setitik Angan

Kubuka mataku dari tidur lelapku
Sangkaku sinar matahari pagi akan menyambut dengan lembut
Namun saat aku memutar badan untuk melihat waktu yang menggantung di dinding
Kusadari matahari masih bertugas di daratan lain
Ini kan jam 3 pagi!

Mengapa aku terbangun?
Sungguh tak biasanya aku terjaga sepagi ini!
Apa yang membuat tidurku tak lelap?

Cemasku?
Gelisahku?

Ah kukira aku tak akan melaluinya lagi
Tapi siapa sangka
Gejolak dalam hatiku membisikkan sesuatu yang lain
Membuat makanan kehilangan pesonanya dan tidur kehilangan nikmatnya
Perutku enggan mencerna
Mataku enggan terlelap

Namun, kutepis jauh-jauh bisikan hatiku
Kuanggap bisikannya tidak jelas
Hanya gumaman yang terkulum di antara jiwaku
Yang menyampaikan setitik angan untuk berlabuh dalam dadaku

Jadi, aku memilih untuk tidak mendengar
Ataupun memperhatikan fenomena yang terjadi pada ragaku


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ayo tinggalkan jejakmu di blogku! ^.^