Kamis, 30 Desember 2010

Yesus di Mataku

Saya baru saja pulang dari acara kebersamaan Ensemble Galilea yang diadain di Graha Teduh, Puncak Resort pd tgl 27-29 Desember 2010 kemarin. Saya berangkat di hari kedua (yaitu tgl 28 Des). Pas di hari kedua ini, ada sesi firman yang dibawain oleh Pdt. Frida Situmorang. Biasanya kita panggil dia: kak Frida.

Ada satu bagian yang dibawakan oleh kak Frida yang saya suka. Di bagian ini, kak Frida nanya: "Untuk kalian secara masing2, siapa sih Tuhan Yesus sebenernya? Coba jawab dalam satu kata!" Nah, karena ditanya begitu, baru deh saya mikir.. Iya yah... Buat saya, Yesus itu siapa ya... Satu kata yah... Hm.. Which word is best to describe Him?

Selagi kak Frida mulai mengoper mic ke orang pertama, kedua, ketiga, dst, saya berpikir.. Buat raja Daud, Tuhan adalah gembala (Mzm 23), kota benteng (Mzm 144). Yesus sendiri menyatakan diriNya sebagai roti hidup (Yoh 6:48), terang dunia (Yoh 8:12), kebangkitan dan hidup (Yoh 11:25), jalan, kebenaran dan hidup (Yoh 14:6), pokok anggur yang benar (Yoh 15:5), gembala yang baik (Yoh 10:11). Hmm... saya pilih yang mana ya.. Saya juga sempat mendengar beberapa orang yang menjawab sebelum saya. Ada yang mengatakan bahwa Yesus adalah Juruselamatnya, Yesus adalah papa, Yesus adalah lilin karena menerangi jalan hidupnya, Yesus adalah sahabat, Yesus adalah guru, Yesus adalah artis karena bisa menciptakan alam dengan sangaaatt indah, Yesus adalah penolong, pelindung, dst... Hmm.. saya mikir lagi.. buat saya, yang mana nih? Pikir.. pikir...pikir... Aha! Akhirnya saya ketemu! Saya tahu kata yang tepat untuk menggambarkan siapa Yesus buat saya. Yesus adalah kekasih buat saya. Yep, that's right! That is the exact word to describe Him for me: lover. He is the lover of my soul. :) Itu jawaban yang saya berikan kpd Kak Frida.

Dengan memilih satu kata itu (kekasih), saya gak bermaksud bilang bahwa saya gak melihat Dia sebagai Juruselamat, papa, lilin, sahabat, guru, artis, penolong, pelindung, dsb yang dikatakan oleh teman2 saya yang lain, lho. Saya juga merasakan Yesus sebagai sosok yang disebutkan oleh teman2 saya itu. Namun, yang paling kental adalah sebagai kekasih itu. ^^ Kenapa saya merasa begitu? Ya karena saya merasa Dia mengasihi saya dan saya mengasihi Dia. Gak bisa boong, saya emang merasa telah jatuh cinta sama Tuhan Yesus. Hehehe Layaknya orang pacaran, gak tiap kali hubungan saya fine2 aja. Kadang2 saya juga suka cari ribut sama Tuhan, bikin Dia kesel n sedih dengan bikin dosa. Tapi Dia sih mantep lho! Ketika saya bandel, Dia masih mau mengampuni dan mengajar saya untuk berjalan dalam kehendakNya. Berulang kali Dia ngajarin saya. Sabar banget Tuhan Yesus itu..

Walaupun saat itu gak ditanya oleh kak Frida, sebenernya saya punya image untuk Yesus yang bisa dibilang nomor 2 terkental setelah kekasih. Saya juga melihat Yesus sebagai seorang guru. Saya salut banget dengan kemampuan mengajar Yesus. Yesus sering ngajar pake perumpamaan. Wah, itu metode mengajar yang canggih banget. Kita bisa menegur seseorang dengan kalimat yang sangat lembut, namun tepat sasaran! Mungkin kapan2 saya akan menuliskan metode ngajar pake perumpamaan yang saya tiru dari Tuhan Yesus ini.Yang jelas, kesan guru di diri Yesus ini sangat kuat buat saya karena saya sendiri adalah seorang guru. Saya jadi berasa ketemu teman seprofesi, tapi yang levelnya jauuuuuhhhh lebih tinggi di atas saya. Seneng banget deh ketemu guru model Yesus begini. =)

Kalau ada kesan yang kental tentang Yesus di mata saya, ada juga kesan yang 'encer' di mata saya. Saya merasa sulit melihat Yesus sebagai seorang papa. Mungkin karena saya memang sudah kehilangan sosok papa sejak saya SMP, waktu itu tahun 2002. Berarti udah 8 tahunan papa gak ada. Well, selama papa ada pun, saya gak merasa mengenal dia sih. Sebagai seorang ayah, papa melaksanakan perannya dengan..... hmm... apa yah.. membelikan mainan? nganterin saya ke sekolah tiap pagi? mencium saya dengan kumisnya yang tajam karena baru tumbuh (yang bikin saya jadi ga suka dicium papa :p)? dan di waktu2 terakhirnya membelikan saya piano? Well... kira2 itu yang saya ingat dari papa dalam usahanya menjalankan peran sebagai ayah. Sisanya adalah hal2 yang berkenaan dengan penyakit diabetes dia yang akhirnya merenggut nyawanya. Jadi... agak sulit juga melihat Yesus sebagai papa. Rasanya pengalaman saya terlalu minim dengan seorang papa. Dear Lord Jesus, will You give me a chance to see You as a Father? I don't know whether I need it or not, but maybe it will be a good opportunity for me to understand how it feels to have a father. Please, You decide it for me, Lord.

Nah, gimana dengan teman2?? Yesus itu menjadi sosok yang seperti apa bagi kalian? Kalian bisa merenungkannya dalam hati kalian sendiri dan menemukan jawabannya. Dengan menemukan sosok Yesus bagi kalian secara pribadi, saya rasa kalian telah selangkah lebih mengenal Yesus dalam hidup kalian. Mau kan mengenal Yesus lebih dalam lagi? Hehe.. So, what's yours?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ayo tinggalkan jejakmu di blogku! ^.^