Senin, 01 Oktober 2012

3 Days of PMS (Part 2)

Jadilah minggu malam itu, saya gak bisa tidur. Akhirnya, saya putuskan untuk nulis surat buat Tuhan Yesus. Saya mau ceritain apa yang saya dengar dan pikirkan 2 hari itu. Perasaan saya juga gak enak banget, rasanya seperti saya gak bisa menghadapi hari besok. Shaky banget.. It seems that  tomorrow is unbearable.

Dari kata pertama 'Tuhan Yesus' sampai akhirnya saya selesai, saya merasakan penghiburan. Kalimat andalan saya kemarin di buku adalah Tuhan Yesus, temani aku... Tuhan Yesus, temani aku... Rasanya saat itu saya lebih tenang, lebih damai. Saya ingat Daud juga minta ditemani Tuhan saat tidur, sebab ia merasa aman.

Mazmur 4: 9 
Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman.

Kalau Daud bisa bobo, saya juga pasti bisa bobo. Tuhan Yesus temani aku. :) Bener aja, saya bisa bobo. :)

Senin pagi 
Renungan ODB benar2 menyentuh hati saya yang lagi galau. Judulnya Quaking Aspens. Saya share di sini yah renungannya.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Now may the Lord of peace Himself give you peace always in every way. —2 Thessalonians 3:16

While I was visiting Michigan’s Upper Peninsula, two trees caught my attention. Though the leaves on the surrounding trees were not moving, the leaves of these trees were fluttering with just the slightest hint of a breeze. I pointed them out to my wife, and she told me they were called quaking aspens. I was struck by the visual effect of those shaking leaves. While all the other trees appeared calm and steady, the quaking aspen leaves shook, even with only the faintest breeze.

Sometimes I feel like a quaking aspen. People around me seem to be moving through life without issues or concerns, apparently steady and secure, while even the slightest issue can unsettle my heart. I see others and marvel at their calm and wonder why my own life can so easily be filled with turbulence. Thankfully, the Scriptures remind me that genuine, steadying calm can be found in the presence of God. Paul wrote, “Now may the Lord of peace Himself give you peace always in every way. The Lord be with you all” (2 Thess. 3:16). Not only does God offer peace, He Himself is the Lord of peace.

When we enter the disturbing, unsettling seasons of life, it is good to know that real peace is available in the God of all peace.

Prince of Peace, teach me to find in You the
calming power of Your presence. Strengthen
me today with Your peace, and grant me the
stability I need in this turmoil-filled world. Amen.
Peace is more than the absence of conflict; peace is the presence of God.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Waahh.... pas banget... dari ayat bacaannya juga udah menyentak saya. Selama ini saya sering mengulang ayat itu, tapi kok bisa lupa isinya apa..

Filipi 4:6-9
Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga , tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah,  yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci , semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu.Maka Allah sumber damai sejahtera  akan menyertai kamu. 

Bener banget! Jangan kuatir! Kasi tau Allah apa isi hati saya, jangan mengasihani diri sendiri, tetapi bersyukur. Tuhan akan kasih kedamaian. (Bukan akan lagi sih, tapi udah! hehe Saya udah dikasih kedamaian!) Mikirinnya jangan yang negatif mulu, tapi yang manis, sedap didengar. Ini pun sebenernya ci Sylvi uda ngomong pas hari Minggu. Eh, diulang lagi di renungan. Kayanya Tuhan sampai ngulang 2x ke saya, nyuruh saya mikirnya yang positif. Okay, Tuhan Yesus! I'll try! Mikir positif! Mikir positif!

Abis renungan, saya lebih damai lagi. Fiuh... Tuhan Yesus tau aja aku lagi shaky banget n butuh kedamaian. Tuhan tau aja aku takut n mikirnya yang negatif2 mulu. Disuruh mikirnya yang positif. :)

Conclusion: saya yakin Tuhan sengaja kasih kaum wanita ngalamin PMS. Soalnya PMS itu reminder kita tiap bulan kalau kita ini sensitif, lemah, memerlukan kasih dan perlindungan yang cuma Tuhan yang bisa kasih. Di tengah2 galau, shaky, cuma Dia sumber kedamaian dan kekuatan kita. Dan, dekat dengan Dia menjadi obat paling mujarab untuk hati saya. So, menurut saya, PMS helps us to get closer to Him. :) 

10 komentar:

  1. Fan..PMS nya fani itu Pre Menstrual Syndrome ato Pre Marital Syndrome???hehehehe.. Soalnya cc jg ngalamin kaya gitu pas mo merid, sempet nulis di notes facebook..emang seh ada aja ketakutan2 gitu fan, hati rasanya ga ada damai sejahtera..tp yah tetap melekat denganNYA lah..hanya Dia sumber damai sejahtera..Makin berpikir makin takutlah kita..karena otak terus mengembangkan pikiran2 negatif..padahal pd wkt dijalanin yah ga separah yg kita pikirkan..dan smuanya pasti bisa diatasi..ga ngelebihin kekuatan kita lah..Yang penting melangkah bersamaNya fan. Cia yo!!

    BalasHapus
  2. hehe yang pertama donk ci fifi. wah ternyata gak cuman fani doank ya yg bisa mikir negatif. tadinya berasa wah gw parah banget, negative thinking mulu. tp tnyt memang ky gitu ya. iya mst tetep deket ma Tuhan. iya fani liat orang lain juga ada yang ngejalanin tu gak sampe gimana banget. pasti bisa lewat. makasih ya ci fifii!! :)

    BalasHapus
  3. Kayaknya lebih pas Pre Marital Syndrome Fan...Akakkaka...Namanya manusia begitu mau memasuki tahap berikutnya di hidupnya langsung muncul khawatir ini itu. Apalagi kalau tipe melankolis..Akakakkakaka

    Gimana pun setiap hal pasti ada masanya sih. Kekhawatiran hari ini cukup hari ini, mendingan pusingin persiapan merit ya, ekekekekek.

    BalasHapus
  4. @Lasma: hahaha bisa aja Lasma. iye kali yee.. :P iya bener, banyak deh khawatirnya. ckck kesusahan sehari cukup untuk sehari yah.. betul2. makasih ni uda diingetin. :) iya betol! pusingin persiapan itu dulu dehhh!! hehe

    BalasHapus
  5. fu fu fu fu, semangat Fani! Yang namanya PMS emang kadang suka bikin galau, but we have to rule our body and its hormone :) Kalo aku pas PMS pergumulannya bukan kekuatiran, tapi kesabaran dan kelemahlembutan, kadang kalo PMS bawaannya bertanduuk aja, jadi beringas hahaha,,, Masih belajar juga sih soal itu, hehehe... Luar biasa yah jadi wanita^^

    BalasHapus
  6. @Dhieta: makasih yaaa!! ini kak mekar kan?? betull!! mesti belajar rule our body n hormone ya.. ah sebenarnya aku juga pernah jadi bertanduk juga pas PMS... eh! gak deng. justru pas M-nya jadi bertanduk. harus belajar nih! iya luar biasa jadi wanita!! :)

    BalasHapus
  7. AHUHUHUHAUH komen dhieta lucu bok. dan menurut gw bener dehhh tep kayanya PMS lu itu Pre Marital Syndrome :D

    Gw kalo lagi PMS gak berasa apa2 loh kadang.. ya biasa aja gitu.. cuma kalo perutnya lagi sakit ya jadi sewot aja. pengen ngamuk2 kadang LOL. tapii hebatnya, temen gw pernah cerita kalo dya lagi mo dapet tuh biasa aja gtu. ga sensi, ga sakit perud juga. and from that moment now on, i think PMS is a myth, we girls have ability to choose to be in happy mood or bad mood no matter how painful it can be sometimes :P

    Memank hormon kita lagi begejolak, tapi yahh balik lagi it depend in our own choice?

    semangat teppp.. buat gw pribadi, gw emank pengen banget kali ya punya anak. dan karena gw suka anak kecil juga.. jadi walau denger cerita2 horror gt, gw ttp mikir.. my baby worth the fight :) so whatever it takes, i will do it aza aza.. Believe in God, whatever situation u are in, His grace is more than enough!! dan gw percaya lu bakal jadi living testimony banget ketika lu overcome that fear with God's grace hehe.

    Dulu ketakutan gw itu kalo gw punya anak yg down syndrome, perna baca disini http://gabriellanie.blogspot.com/2011/07/you-can-have-everything-but-not.html tapi lama2 Tuhan bukain juga.. hehe.. soooo im waiting for your story :) it must be victorious :) huggssssss!! ayoo ketemu lagii sebelon dirimu menjadi brideeee hahaha

    BalasHapus
  8. @Ani: Heeeii!!! hahaha gak aahhh gak bener.... *Denial* wkwkw iye kali yeee Pre Marital Syndrome :D wkwkwk

    Lu enak banget gak brasa apa2 pas PMS. Dulu gw juga pikir it's a myth. Tapi sekarang gw malah merasa emang tantangannya lebih gede saat PMS. Lebih sensi bawaannya. Tapi gw juga setuju itu gak bisa dijadiin alasan spy bisa seenaknya berespon ke org lain. Harus tetap mengontrol diri! :)

    Iya, lu sih emang demen punya anak ya. Haha amin amin! Pengen tuh bisa jadi living testimony. :) Gw uda baca tulisan lu barusan. Hehe lu mikirnya jauh juga ya. haha tapi setuju. terpilih di mata Tuhan kalau sampe dipercayain kaya gitu.

    ayo kapaaannn???? :D

    BalasHapus
  9. Ternyata PMS ada sisi positifnya juga yaa :p tapi tetep aja para lelaki paling males deket2 sama cewe2 yg lg pada PMS. Takut senggol bacok. wkwkwk XD

    BalasHapus
  10. @chindy: ckckckc senggol bacok??? hahaha lebaaay!! XD iya makanya rada susah jaga sikap hati kl lg pms. tapi mesti tetap coba positif! :)

    BalasHapus

Ayo tinggalkan jejakmu di blogku! ^.^