Minggu, 16 Januari 2011

Menghapus Setitik Angan

Bapa, hatiku yang pedih ini kupersembahkan padaMu
kuletakkan di atas mezbahMu sebagai korban bakaran
biarlah terbakar hatiku yang remuk itu
biarlah asapnya naik ke langit dan Engkau mencium baunya
biarlah sampai di pelataranMu, ya Allah, kepedihan hatiku

Ketahuilah ya Allah, telah kucondongkan hatiku untuk melakukan ketetapan-ketetapanMu
untuk selama-lamanya, sampai saat terakhir*
Telah kutukar, ya Bapa, setitik anganku dengan janji-janjiMu
Aku punya setitik angan, tetapi Engkau mempunyai segudang hari depan yang penuh harapan untukku**
Apalah artinya setitik mimpiku dengan sejuta mimpiMu?
Walaupun hatiku remuk, aku merelakannya, Bapa

Bapa, bukankah Engkau luar biasa?
Ketika aku membiarkan anganku menguap,
Kau hanya mengajukan satu pertanyaan:
"Kau percaya padaKu?"
Setelah anggukan pertamaku, secepat kilat Engkau menggandeng tanganku
membawaku pergi berdua denganMu
Aku tak tahu jalannya, tapi Kau tahu

Bapa, sementara Engkau memperhatikan jalan yang akan kita tempuh bersama,
aku mau memperhatikanMu
Aku mau mengarahkan mataku
hanya untuk memandangMu
Aku mau mengarahkan telingaku
hanya untuk mendengar kata-kataMu
supaya ketika kita sampai di akhir perjalanan kita
aku benar-benar mengenal kedalaman hatiMu

Bapa, ketika aku harus memilih..
Setitik anganku atau sejuta mimpiMu?
Aku memilih sejuta mimpiMu, Bapa
Genggaman pribadi lain atau genggamanMu?
Aku memilih genggamanMu, ya Tuhan, kekasih jiwaku

Align Center*Mazmur 119:112
**Yeremia 29:11

6 komentar:

  1. keren steph ... :) eh kalo ada postingan baru post di fb donk

    BalasHapus
  2. @ci grace: xie2 ci! :) siiip.. tar kl aku nulis, aku post di fb. biar exist deh blognya. :p

    BalasHapus
  3. step yg ini kok ga bisa dibaca ya? tulisannya ga kluar..

    BalasHapus
  4. @Viryani: oh ya gak bisa? Ini aku buka bisa kok.. hmm.. knp yah..

    BalasHapus

Ayo tinggalkan jejakmu di blogku! ^.^