Sabtu, 21 Juni 2014

Hakim-hakim 18

Pasal 18 Patung sembahan Mikha dirampas oleh bani Dan

Ayat 1-6: Suku Dan masih nyari tanah pusaka sehingga dikirimlah 5 orang sebagai utusan untuk nyari tanah pusaka. Di tengah2 perjalanan itu, mereka berlima ketemu sama orang Lewi yang kerja jadi imamnya Mikha. Mereka nanya kira2 mereka bakal sukses ga... Imam bilang, "Yup, kamu bakal sukses. Tuhan seneng kok dengan apa yang kalian lakukan ini."

Okay.. nice introduction. Walaupun saya agak bingung. Hari gini lom punya tanah pusaka?? Kok bisa? Bukannya udah dibagi2 pas dulu udah dapet tanah Kanaan? Hmm... saya ingetnya sih gitu ya.. Kayanya saya mesti baca ulang bagian pembagian tanah pusaka.

Ayat 7-10: Utusan yang berlima itu nemuin kota Lais. Rakyatnya tenteram dan gak kekurangan apapun. Areanya agak terpencil sehingga rakyat Lais gak bergaul dengan orang2 lain. Suku Dan memutuskan untuk merebut Lais, jadiin Lais sebagai tanah pusaka mereka.

Bingung sama pemikiran Tuhan. Tuhan, kok Tuhan kasih tanah pusaka untuk suku Dan, caranya kaya gini sih? Itu rakyat Lais udah damai dan sentosa, kenapa mesti dibantai? Apa salahnya sih mereka hidup aja? Haish... -.-a

Ayat 11-17: 600 orang bersenjata dari suku Dan siap berangkat merebut kota Lais! Dalam perjalanan ke Lais, mereka lewatin kuil Mikha lagi. Kali ini, utusan yang berlima waktu itu masuk ke kuil, dan ngambilin patung, efod, dan terafim di situ.

Buset deehh.. Ngejarah nih? Kok tiba2 nyolongin patung, efod dan terafim di kuil orang? 

Ayat 18-21: Imamnya shock dong.. bingung.. Die nanya, "Pada ngapain nih? Kok ngambilin patung2 di sini?" Utusan yang berlima itu malah ngomong, "Udah, diem aja deh. Mending kamu jadi imam kita. Lebih oke kan jadi imam buat suku Dan yang orangnya banyaaakkk... Daripada cuma jadi imam buat keluarganya Mikha, beberapa orang doang." Eehh... si imam setuju. Imamnya malah bantuin ngejarah barang2 di kuil itu.

Gimana sih ni imamnya? Apa yang dia kejar? Pelayanan? Atau gengsi? Demi mengejar, "Wuiihh... gue keren lho sekarang jadi imam untuk suku Dan." Apa sih yang dia pikirin?  

Ayat 22-26: Mikha shock. Waduh, kok barang2 di kuil diambil semua? Kok imam gue juga diambil? Ngapain sih orang2 ini? Mikha confront langsung ke suku Dan. Eehh... suku Dan malah bilang, "Udahlah Mikha, diem aja.. Daripada tar ada salah satu di antara kita yang sakit hati, terus ngebunuh seisi rumahmu... Gakpapa-lah kita ambil semua patung dan imam kamu." Mikha liat pasukan suku Dan banyak banget! Mana bakal menang kalo dia terus ngotot. Ya udah lah gue pulang aja, daripada seisi rumah gue mati.

Adooh... kasian juga si Mikha. Punyanya dia diambil gitu aja, tapi dia gak bisa melakukan apa2 untuk mempertahankannya. Gimanaaaa coba perasaan si Mikha saat itu? Mau ngomong apa dia sama keluarganya di rumah? 

Ayat 27-31: suku Dan membakar kota Lais dan membunuh semua rakyatnya. Suku Dan mengganti nama kota Lais menjadi kota Dan. Patung yang tadi mereka jarah, mereka diriin di situ. Nama imam Lewinya sekarang ketauan, yaitu Yonatan. Yonatan ini cucunya Musa lho. Ayat 30 bilang namanya Yonatan bin Gersom bin Musa. 

Sedih denger rakyat kota Lais dibantai.. :( Padahal kayanya mereka live happily ever after.. Pencerahan berikutnya: oohh nama imam itu Yonatan... cucunya Musa... 

-bersambung ke pasal 19

1 komentar:

  1. Di Yosua 20:40-48 dituliskan tuh milik pusaka Bani Dan, hanya dikatakan "... daerah bani Dan telah menjadi terlalu sempit untuk mereka, maka berjalanlah bani Dan itu maju dan berperang melawan kota Lesem."

    BalasHapus

Ayo tinggalkan jejakmu di blogku! ^.^