Rabu, 30 Juni 2010

Review Yogyakarta Trip - 4th day

Kalau mau baca yang hari ketiga, klik di http://withintakapipisbrainandheart.blogspot.com/2010/06/review-yogyakarta-trip-3rd-day.html

Hari keempat 24 Juni 2010

Ini adalah hari terakhir kami di Yogyakarta. Kami sudah gak sewa mobil lagi karena rencananya kami hanya akan jalan-jalan di dalam kota. Pagi-pagi kami minum susu dan makan roti di tempat kost.

Pk. 10.00 kami berangkat dari tempat kost, menuju ke Keraton Yogyakarta. Kami naik taksi ke sana. Argonya Rp. 12.000,-. Sangat murah dibandingkan naik becak yang katanya 'hanya' Rp. 15.000,- dari tempat kost kami. Dan harus diingat, 1 becak hanya muat 2 orang. Saya mau pergi bertiga: saya, mami saya, dan koko saya. Hari ini teman-teman koko saya tidak lagi menemani kami berjalan-jalan. Kalau naik becak, berarti kami akan menghabiskan Rp. 30.000,- untuk ke Keraton.

Pk. 10.30 kami sudah tiba di bagian pagelaran Keraton. Keraton Yogyakarta itu dibagi 3 bagian. Yang paling depan adalah Pagelaran, tempat yang kami kunjungi paling awal. Untuk masuk ke Pagelaran ini, tiap orang harus membayar tiket masuk seharga Rp. 2000,-. Untuk izin foto, kami harus membayar Rp. 1.000,-/kamera. Bagian Pagelaran ini tidak terlalu besar. Kami hanya sebentar di sini dan langsung naik becak untuk menuju ke bagian utama keraton Yogyakarta. Tapi, abang becak menawarkan untuk kami mampir dulu ke toko-toko batik yang ada dalam perjalanan menuju ke bagian utama Keraton. Karena itu, kami mampir dulu sebentar ke toko-toko batik itu. Ongkos 1 becak dari bagian Pagelaran ke bagian utama Rp. 5000,-. Karena kami pakai 2 becak, kami menghabiskan Rp. 10.000,-.

Pk. 11.00 kami tiba di toko batik Luwes Putera, di jalan Rotowijayan no. 10. Di toko ini barang-barangnya cukup bagus dan pelayannya ramah-ramah. Kami dilayani dengan sabar dan telaten. Sayang, harga barang-barangnya tergolong sedikit mahal. Sebenarnya masih ada toko lain di sekitar toko Luwes Putera, tapi kami memilih untuk segera ke Keraton.

Pk. 12.00 kami makan bakso sebentar di dekat Keraton bagian yang utama. 1 mangkok harganya Rp. 7.500,- dengan isi bakmi, 3 bakso polos, 1 bakso urat, dan 1 pangsit goreng. Rasanya yaaa gitu deh.. Hehehe.. namanya juga bakso gerobak. :p

Pk. 12.30 kami masuk juga ke Keraton bagian yang utama (bagian yang satu lagi tidak kami datangi). Tiket masuk dan izin fotonya, harganya sama dengan yang di bagian Pagelaran. Di sini banyak patung-patung, lukisan-lukisan, gamelan, silsilah keturunan sultan, dsb. Di sini saya kagum karena ukir-ukirannya sangat bagus dan khas Yogyakarta. Langit-langitnya detail sekali tuh dibuatnya! Saya jadi kagum juga sama orang-orang Yogya. Hehehe.. Ternyata mereka terampil juga merancang sebuah bangunan. Di dalam keraton ini, mereka juga memelihara beberapa ayam. 1 ayam dapet 1 kandang. Kemudian, orang-orang yang bekerja di Keraton ini semuanya pakai baju khas Yogya gitu. Jadi terasa banget kehidupan keratonnya. Di tengah-tengah keraton juga disediakan beberapa bench, jadi kita bisa duduk sambil menikmati sejuknya berteduh di bawah pohon. Untuk mami saya yang cepat lelah, tempat ini jadi tempat yang mengasyikkan buat dia. Dia bisa beristirahat dan mengobrol sebentar dengan pengunjung lain. Setelah keluar dari Keraton, saya sempat membeli es pisang ijo seharga Rp. 5000,-. Rasanya biasa aja, manis susu kental.

Pk. 14.00 kami main ke Pasar Beringharjo. Kami naik 2 becak dan ongkos 1 becaknya Rp. 10.000,-. Nah, sekarang tentang pasarnya. Pasarnya rame banget!! Jarak antar tokonya juga dekat sekali. Di dalamnya juga ada para tuna netra yang mengamen dengan nyanyi pake mic dan speaker sendiri. Yang tadinya kami berencana untuk hunting batik di pasar ini, kami jadi segan juga. Susah sekali memilihnya dan gak ada tempat untuk mencobanya. Jadi, kami memutuskan untuk berjalan di sepanjang jalan Malioboro. Di Malioboro, kami berjalan masuk ke toko-toko batik. Kami memilih masuk ke toko daripada belanja di pedagang kaki lima karena barang-barang yang di toko biasanya lebih bagus dan ada yang berbahan sutra. Kalau di kaki lima, biasanya bahan sutra itu tidak ada. Akhirnya, saya berbelanja beberapa syal batik berbahan sutra dan ikat rambut batik di toko Batik Citra, di jalan A. Yani 55. Di toko ini, harga syalnya jauh lebih murah dibanding toko-toko lain yang saya masuki. That's why akhirnya saya belanja di toko ini. Di Malioboro ini, ada juga pusat perbelanjaan yang seperti Matahari kalau di Jakarta. Pusat perbelanjaan ini namanya Mirota (yang punya sama dengan yang punya restoran tempat saya makan sego kucing). Mirota ini terdiri dari 3 lantai. Lantai 1 dipenuhi dengan berbagai jenis pakaian batik. Di lantai 2 dipenuhi dengan berbagai aksesori seperti dompet, pajangan, gantungan kunci, frame, dll yang berbau khas Yogya. Di lantai 3 ada cafe, tapi saya tidak masuk ke cafe ini. Yang membuat saya sedih ketika masuk ke toko ini adalah patung dan dupanya! Di lantai 2 ada patung bapak-bapak seukuran manusia sebenarnya yang sedang bersujud gitu dan di samping kanan-kirinya ada dupanya gede-gede. Bau dupanya gak cuman tercium di lantai 2, tapi di lantai 1 juga. Saya sebenarnya kuatir sekali berbelanja di sana. Saya jadi terpikir: Pasti semua barang-barang di sini 'didoain'. Gimana yah dengan baju batik yang sudah saya beli? Apa jangan-jangan ada 'isinya'? Akhirnya saya memutuskan untuk berdoa pada Tuhan Yesus, memohon supaya barang-barang yang kami beli dari toko itu dikuduskan oleh darahNya. Memang, tidak seharusnya saya menunjuk pada produk dari 1 tempat (mengingat Yogyakarta memang propinsi yang di-consider banyak 'penguasa'-nya), tapi saya memang terganggu dengan keberadaan patung dan dupa di toko itu.
Kami juga sempat mampir sebentar ke mal Malioboro untuk makan McDonald, KFC, dan nasi goreng seafood di sana. :)

Pk. 16.00 kami tiba di tempat kost. Kami mandi, beristirahat sebentar, dan akhirnya mengepak koper kami, bersiap-siap untuk pulang.

Pk. 18.20 akhirnya kami mendapatkan taksi untuk mengantar kami ke airport Adi Sutjipto. Di sana kami berpamitan dengan teman-teman koko saya yang sudah menemani kami jalan-jalan di Yogyakarta. Pesawat kami rencananya akan berangkat Pk. 20.00.

Pk. 19.20 kami membayar airport tax @ Rp. 25.000,- dan segera duduk manis di ruang tunggu.

Pk. 20.00 kami masih di bandara Adi Sutjipto! Air Asia delay!!! :(

Pk. 21.30 akhirnya kami take off, kembali ke Jakarta. Finally!

Pk. 22.30 kami mendarat di bandara Soekarno-Hatta dan segera mencari taksi untuk pulang ke rumah.

Pk. 23.30 kami baru tiba di rumah. Kami naik taksi Blue Bird, ongkosnya Rp. 95.000,-. Sampai rumah, mami saya langsung memanaskan lauk untuk kami makan bertiga. Hehehe.. Setelah makan dan mandi, kami tidur dengan nyenyak. ^^

That's all folks!! It was a great holiday!! Tiket pesawat murah, pesawatnya masi baru, tempat kost bersih, supir yang mengantar kami orangnya baik, pemandangan alamnya membuat saya kagum dan takjub pada Tuhan kita, makanannya unik dan enak, dan orang Yogyanya juga ramah-ramah. :) Hope all of you enjoy the reports!! Comments are expected guys! So, please do leave comments! ^^

all photos are captured by Ferry Gunawan.

4 komentar:

  1. met kenal yach :)
    makasih ya, postingannya lumayan detail ngebantu aku. jadi nanti waktu plg ke solo planing mo mampir jogja dl jadi dah tau kira2 biaya2 + ongkos naek becaknya he..he.. nice post.

    BalasHapus
  2. Hai Nita! Met kenal juga! :) aku senang bs membantu.. hehe.. Emang sebenernya skrg tinggal dmn? Jakarta?

    BalasHapus
  3. wah ini ngebantu bgt
    makasih ya
    :)

    BalasHapus

Ayo tinggalkan jejakmu di blogku! ^.^