Selasa, 29 Maret 2011

Tubuh & Emosi Wanita

Setelah menulis tentang Batasan Fisik beberapa hari lalu, ternyata Leni mengakui punya perasaan yang sama seperti saya, yaitu merasa hina, rendah, dan kotor banget kalo sudah melakukan tindakan fisik yang cukup erat, tapi kemudian putus dengan pasangan. However, ketika saya dan Leni merasa demikian, Leni melihat ada teman perempuannya yang 'biasa saja' meskipun sudah menyerahkan semua. Is it true? Saya yang tidak menyerahkan semua aja, udah merasa sedemikian rendah, gak pantas, dan tiba2 merasa bersalah pada my true prince.. Saya gak percaya perempuan2 yang udah nyerahin semua ke pria yang bukan suaminya bener2 merasa 'biasa aja,' tanpa merasa hina, rendah, kotor, gak berharga. Kenapa? Karena Allah menciptakan perempuan gak demikian.

Allah menciptakan wanita dengan hubungan yang rumit antara fisik dan emosi, keduanya saling terkait. Buktinya: kita yang wanita bergumul dengan PMS (Pre Menstrual Syndrome). Siapa yang kalo lagi mo dapet, bisa beteeeee banget? Gak jelas kenapa, tiba2 kesel, pengen marah2, ato tiba2 sediiiiiihhh sekali... Jadi bawaannya negatiiifff mulu... Pokoknya sensitif dah! Ayo angkat tangan!!! :D Yup, saya juga begitu! Bukan berarti kalo lagi PMS, tindakan marah2 dan mengasihani diri sendiri dibenarkan lho.. Kita tetap harus menjaga emosi dan pikiran kita di dalam Tuhan, supaya orang2 yang melihat kita gak ketularan bete, n akhirnya suasana jadi negatif gara2 kita yang memulainya dengan alasan: "Biarin! Gw lagi PMS ini!!" No no no.. Tetap jaga hati dan sikap supaya bisa jadi terang dan saksi Kristus, sekalipun lagi PMS. Intinya yang saya mau bilang adalah: kita punya pergumulan yang lebih sulit untuk menjaga emosi kita ketika masa PMS itu datang. Cowo2 mana ngerti hal ini? Mereka mana tau seberapa gak enaknya badan kita, sampe ngapa2in juga rasanya serba salah. Kenapa kita bisa begitu? Yes, simply because God designs us that way!

Saya pernah juga ngalamin, saya bikin suatu kesalahan pada seorang pria. Terus, saya ditegur dan tangan saya dicubiiiiitt sekuat tenaga sebagai hukuman atas kesalahan saya. Adooohh sakit banget cubitannya!!! Gak cuman sakit di tangan, tapi juga sakit di hati boooww!!! Saya sampe nangis gara2 dicubit. Mau ditahan2 air matanya, gak bisa juga!! Too painful that I cannot hold it. Padahal saya merasa ketika saya ditegur dengan kata2, saya sudah mengerti bahwa ia terluka karena tindakan saya, dan saya sangat ingin memperbaiki kesalahan saya supaya ia tidak terluka lagi. Tapi, kenapa harus dicubiiiiitt??? I can never understand how physical punishment can educate someone and make him/her stop doing his/her mistake. Instead, it's another beginning of bitterness in his/her heart towards the person who punishes him/her. Berlebihankah saya?? Berlebihankah karena sekedar dicubit, saya sampai nangis dan sakit hati?? Sorry, I do feel the pain in my heart. Ini adalah salah satu contoh bahwa fisik dan emosi perempuan saling terkait erat. Gak mungkin seseorang melukai fisik perempuan tanpa melukai hatinya. Jadi, saya setuju dengan falsafah sejak zaman dulu kala: Never hit a woman! ^^ Cause whenever you hurt her body, you hurt her heart, too!

Ketika saya menjalin hubungan dulu, saya gak sadar betapa pentingnya hal ini! Saya gak sadar bahwa tubuh yang Allah berikan pada saya ini adalah sebuah harta yang sangat berharga! Kenapa berharga? Karena Allah membagikan karakteristikNya sendiri dalam tubuh saya, tubuh seorang perempuan. Ingat God's Love Letter to Women yang pernah saya post? Ada satu bagiannya tertulis seperti ini:

So everything I wanted Adam to share and experience with Me, I fashioned in you; My holiness, My strength, My purity, My love, My protection, and support. You are special because you are en extension of Me. Man represent My image, woman My emotions. Together, you represent the totality of God.

Ya, semua yang ditulis dalam surat itu benar. Saya baru menyadari bahwa saya sudah kehilangan my holiness and my purity ketika saya putus. Padahal, saya gak nyerahin semua lhhooo!! Tapi saya sungguh2 merasakan that I lost my holiness and my purity.. So sad.. :( And you know what? Perasaannya jauuuuuhh lebih parah dibanding perasaan tertolaknya!!! Seperti yang saya bilang tadi: saya merasa hina, rendah, kotor, gak berharga, gak suci.. saya merasa bersalah banget pada Tuhan, dan gak pantas untuk mendampingi my future husband. Parah!! Hati saya serasa tercabik-cabik!!! Gak enak banget perasaan kaya gituu!!! Puji Tuhan, Dia sendiri yang mengampuni dan memulihkan citra diri saya. Dia yang membuat saya seputih salju lagi, sepolos masa kanak-kanak saya. :) Buat temen2 cewe yang pernah atau sedang mengalami hal seperti saya, come on, come to Jesus! He will heal you and protect you with His love, just like what He does to me.

Emang manusia begitu yah.. Kalo belum kehilangan, belum sadar bahwa hal itu penting. Setelah menyadari bahwa saya kehilangan my holiness and my purity, saya baru sadar bahwa saya memiliki karakter Allah dalam diri saya. His holiness and His purity. Betapa mulianya tubuh saya ini ketika Ia menciptakannya. He shares Himself within me. ^^ Karena itu, sekarang saya mau menjaga tubuh saya ini dengan sungguh2!!

Dari buku Chosen - buku harian ratu Ester - saya belajar banyak bagaimana seharusnya kita, perempuan, menjunjung tinggi kesucian kita. Di tengah-tengah gedung selir di mana seluruh wanita tak bercacat di negeri Persia dipersiapkan hanya untuk satu malam tidur dengan raja walaupun tidak diberi status istri (dan sebagian besar wanita itu begitu 'ngebet' pengen tidur dengan raja karena ada kemungkinan dipilih jadi ratu), inilah yang Ester pikirkan:

(P. 110): Raja meminta pelacur; aku akan menampilkan ratu baginya. Aku tidak akan memberi tubuhku kepada laki-laki yang bukan suamiku. Musa akan merajam wanita seperti itu. Biarpun atas perintah raja, hal semacam itu tidak mungkin menyenangkan A---h. Jika Wasti dibuang karena pelanggaran terkecil, aku tidak ragu bahwa aku bisa kehilangan kepala kalau memainkan peran seberani itu di depan penonton yang terlalu plin-plan. Namun, kehilangan nyawa berarti berkumpul kembali dengan ayah dan ibuku. Jadi, aku tak perlu menangis.

(P. 134): Malamku dengan raja mendekat dengan cepat, Tuhan, dan ampunilah aku jika aku nyaris menyambutnya dengan senang! Aku tahu aku akan meminta mahkota, dan jika tidak diberikan, aku akan dipaksa tidur bersamanya juga. Aku hanya melihatnya sebagai malam puncak perendahan martabat.

Sekarang di bagian Ester datang ke kamar raja untuk menjalani malam pertamanya dengan raja dan hendak meminta mahkota. This is what they say (P. 145-146) and.. enjoy the dialogue! :)

Ester: "Banyak wanita memberi tubuhnya kepada Tuanku setiap malam di ranjang ini. Tetapi siapakah yang pernah memberi hatinya kepada Tuanku? Mahkota Tuanku mungkin membuat Tuanku berhak atas tubuh hamba, tetapi Tuanku harus bertempur untuk mendapatkan hati hamba."

Xerxes (nama Persia Ahasyweros): "Mengapa aku harus bertempur untuk mendapatkan hati seorang wanita? Aku memiliki tubuh mereka. Itu cukup bagiku. Dan mengapa engkau menginginkan sang pria? Jika engkau memberiku anak malam ini (karena setiap ibu akan dipindahkan dari gedung selir ke gedung ibu, di mana persahabatan tumbuh ketika wanita mengurus anak2 dan mereka mendapat kehormatan karena meneruskan keturunan raja), tidakkah hidupmu akan menjadi mudah? Mengapa memperumit dengan meminta sang pria juga?"

Ester: "Tuanku sendirian di istana ini, Raja Xerxes, sama seperti hamba. Wanita2 Tuanku hanyalah menginginkan mahkota Tuanku. Siapa yang dapat Tuanku percayai? Siapa yang pernah mencintai pria ini, bukan mahkotanya belaka? Dan siapakah yang akan mencintai wanita ini, bukan tubuhnya belaka?"

Xerxes: "Engkau tidak akan melepaskan hatimu sekalipun kuambil tubuhmu? Jadi, katakanlah kepadaku, bagaimana aku dapat memenangkan hatimu? Apakah ini soal emas, atau engkau lebih menyukai kata2 rayuan seorang pelamar? Masakan kudapat begitu banyak wanita di ranjangku tetapi kulupakan apa yang mereka inginkan? Beritahu aku hargamu, dan mari kita segera membuat persetujuan."

Ester: "Oh, hamba takut harganya jauh melebihi yang dapat dibayar oleh Tuanku dan kekayaan seluruh perbendaharaan Tuanku."

Xerxes: "Ester, badan wanita itu hobi saja bagiku, suatu kesenangan. Mengapa engkau harus menganggapnya suci? Bermain cinta hanyalah kesenangan yang fana."

Ester: "Hamba seorang wanita, diciptakan menurut citra Tuhan yang sejati. Hamba tidak akan menaruh kemuliaan-Nya di kaki pria mana pun, dan untuk kesenangan fana apa pun. Menyentuh hamba berarti menyentuh yang kekal."

Xerxes: "Jadi, beritahu aku hargamu, Sayangku. Tebusan apa yang harus kuberikan bagi hatimu, dan karenanya bagi tubuhmu, malam ini?"

Ester: "Hanya ada satu tebusan bagi hati seorang wanita, dan itu adalah ... cinta, yang diberikan dalam kehormatan (means: marriage)."

Keren kan ratu Ester??!!! Di tengah2 kaum perempuan yang rela ditiduri raja dengan harap2 besok pagi dinobatkan jadi ratu, Ester memilih untuk menyelesaikan dulu status pernikahannya dengan raja. Setelah raja setuju memilihnya menjadi ratu, baru deh Ester menyerahkan tubuhnya untuk raja. Ester mengerti bahwa ia diciptakan menurut citra Allah, she carries His image in her body. Makanya dia gak mau sembarangan memberikan citra Allah, gambar diri Allah sendiri, kepada seorang pria yang bukan suaminya. "Menyentuh hamba berarti menyentuh yang kekal" Kereeennn!! Girls, sadarilah hal ini! Setiap pria yang menyentuh kita, berarti menyentuh yang kekal! Yang kekal = Allah sendiri!! Jangan membiarkan cowo2 pegang2 kita sembarangan!! Apalagi sampe semuanya!! Jangaaaaannnn!!!! Kita membawa gambar Allah dalam diri kita!! Kita membawa kesucian dan kemurnian Allah dalam diri kita!! Ayo girls, guard your heart, guard your body, for our body is God's temple and God's spirit dwells in us.

1 Korintus 3 : 16-17
Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu adalah kamu.

So, yang cowo2, please guard your sisters in Christ, too. Walaupun yang cewe2 udah sepakat mau jadi pacar kalian, bukan berarti kalian punya free access untuk pegang2 badannya lho.. Yang boleh pegang2 badannya hanya suaminya. Kalian udah jadi suaminya belom? Kalo belom, ya gak boleeehh... Dengan tidak memegang2 tubuhnya, kalian melindungi tubuh dan hati sang perempuan agar tidak tercabik-cabik dan terkoyak. When you are protecting her body and her heart, you are being a true gentleman of God.

Ingat, menjaga kekudusan kalian berarti menjaga kekudusan Allah. Dengan menjaga kekudusan Allah, itu menunjukkan bahwa kalian sungguh2 punya hati yang mau menghormati dan mengasihi Allah. :)

31 komentar:

  1. KEREN STEPH! SUPER DUPER KEREN! :) gue juga percaya banget bahwa tubuh dan emosi seorang wanita itu berkaitan. gue juga ngga percaya kalo ada ce yang menyerahkan semuanya en feel nothing, mungkin di luar she tried to kill her feelings tapi di dalamnya pasti dia terluka ...

    btw pernah baca one night with the king? itu ttg esther juga.

    BalasHapus
  2. @ci Grace: Yep! Dia pasti menekan perasaannya dengan logika2 yang bisa membenarkan situasi dan keputusannya. Tapi, I'm definitely sure dia terluka.. bahkan sangat terluka sehingga dia gak bisa mengakui bahwa dia terluka..

    Iyah, aku uda sering denger tuh judul buku yg itu. Cc uda baca? Dapet berapa bintang mnrt cc? Hehehe

    BalasHapus
  3. bagus bgt fan postingannya. love it
    keep writing. Gbu

    BalasHapus
  4. "Hamba seorang wanita, diciptakan menurut citra Tuhan yang sejati. Hamba tidak akan menaruh kemuliaan-Nya di kaki pria mana pun, dan untuk kesenangan fana apa pun. Menyentuh hamba berarti menyentuh yang kekal."

    Laik dis Step.... bb^^dd (4 jempol dah)

    Gak bisa dipungkiri Step, biarpun bahasa kasihku bukan sentuhan, tapi saat bersama mantan dulu, saat dia mengucapkan suatu yang nyentuh perasaanku, aku sempat berpikir,"Ga papa lah dia megang tanganku, ga papa lah dipeluk,...."

    Saat perasaanku tersentuh, I feel like I can give anything bahkan everything, parah ya...??? ^^' Thank's GOD, Dia yang jaga aku. Dia baek buanget.....kalo gak, dunno

    BalasHapus
  5. comment gw eror spt nya padahal da ngetik pjg2 hahaha

    SUPER kerenn steph.. nah postingan begini nih yg slalu ditunggu2 =) dan cewe2 mesti baca ini, meskipun kita ngerasa kotor dan hina tp Tuhan ga pernah memandang rendah kita...Thx God..
    mskipun gw jg ga pernah nyerahin smua nya, tp stlah putus klo kita uda pegangan tgn atau kiss, itu uda ngerasa ga berharga banget, tp Tuhan ga blg begitu.. Dia tetap nyambut kita dan puji Tuhan gw jg dapet pengajaran yg luar biasa dr tmn2 spt Stephani, ci Lia & ci Grace. luar biasa merasa diberkati dg baca2 tulisan kalean tuh... Yg penting kita berkomitmen hdp kudus dg pasangan kita .. dan gw jg sempat bergumul spt nya susah ya klo mis nya ga dipeluk ntr dia pkir gw ga sayang dia.. Tp stlah smpat curhad ama ci Grace gw diajarin utk doakan pasangan biar ngerti komitmen gw utk hdp kudus.. Dan Praise God, Tuhan yg berbicara langsung dan kita bisa sepakat utk jd teladan sbg pasangan yg kudus di hadapan Tuhan.

    spt yg gw blg soal tmn gw tuh, mgkn gw jg ga bs nebak isi hati nya. pasti dia kepahitan jg apalagi dah nyerahin smua.. Trus gw plg ga stuju sech klo uda serumah tp blm merid.. dan herannya org skrg nganggap itu hal yg biasa, apalagi kota tmpt gw tinggal skrg. cuek2 kyk di luar negri. Pernah dgr lg tmn gw blg "Ntr lama2 jg jadi suami-istri kok" dan ada jg yg ortu nya setuju2 aja anaknya uda barengan tinggal dg pacarnya dg alasan biar cpt dapet cucu.. nyokap gw marah pas gw cerita , dia blg :"emank anak cewe dari tepung, bisa di coba2."
    yah mgkn dunia mengajarkan kita ttg sesuatu yg kelihatan nya nikmat dan sepele tp sbg anak Tuhan kita harus tampil berbeda dan jadi teladan dg sikap dan perilaku yg mencerminkan pribadi Kristus ...:)
    oya steph, gw ngefans ama Ester... pny anak cewe namanya mau kasi Ester hahaha =)

    BalasHapus
  6. Ini menarik steph.. Emang bener kalo wanita itu diciptakan Tuhan sangat2 kompleks... hingga keterkaitan fisik & emosinya sangat terlihat jelas.. Jadi gak mungkin kl ada ce yg udh nyerahin seluruhnya, dia merasa baik2 aja... Sangat2 tidak mungkin.. Nice blog steph.. :)

    BalasHapus
  7. Artikel yg menarik. Perkawinan antara Teori dan Fakta yg dipaparkan dg sangat jelas ^.^

    BalasHapus
  8. @stephgun
    iyee bener yg loe bilang bisa jadi dia sangaatt terluka sampe ngga ngerasa sakit lagi ... must pray for her ... :))

    one night with the king itu gue baca ulang menjelang gue married steph. :p very good, buat gue terus berpikir it's not about me but about the King. hem 4.5 bintang dari 5 hehehe. tapi FILMNYA JELEEEKK ... >.< gue bener2 emosi pas nonton terutama yg pas esther mengungkapkan tradisinya (that's soooo americaaa!! >.<) tapi bukunya bagus.

    BalasHapus
  9. @Uly: thanks Uly! GBU!

    @Mega: Saat perasaanku tersentuh, I feel like I can give anything bahkan everything ---> BENER BANGEETT!!! Di buku Lady in Waiting pernah dibahas: ketika seorang pria mendapatkan hati seorang wanita, tubuhnya tidak jauh di belakangnya. Gilee susah ya misahin urusan hati sm urusan fisik!! Betul! Setuju Meg! Puji Tuhan, Dia yang bener2 jagain kita!!

    BalasHapus
  10. @Leny: Wah jadi skrg sama doi udah bikin komitmen hidup kudus? It's a great start Len! Happy for u! Iya, kita kan ada di sini untuk saling mendorong spy setiap anak Tuhan makin deket sama Dia. Jadi, emang itulah fungsi gw nulis blog. :)

    Hah? Lingkungan tempat lo tinggal banyak yg ky gitu?? Heran gw.. Padahal kita masih negara timur yah.. Kok bisa2nya mereka santai2 aja ada yg tinggal serumah padahal lom married. En bahkan orang tuanya jg ngojok2in spy cepet dapet cucu? Wes edan ni zaman!!

    Setuju Len!! Kita harus berbeda n mencerminkan pribadi Kristus! Semangaat!!

    BalasHapus
  11. @Amanda: Silakan. :)

    @Natanael: Moga2 bisa jadi bahan pemikiran Tan! ^^

    @Ci Grace: Yep! Let's pray for her! Ci, 4.5 dari 5 bintang?? Berarti bagus bangeeettt doonkk?? Jadi penasaran, penasaran, penasaran!!! :D Okey, aku gak bakal nonton filmnya deh, gak bakal nyari. Terus, soal jadi lebih mikirin the Kingnya, dari buku ini aku berasa juga sih. Tapi mungkin efeknya gak sekuat buku One Night with a King.

    @Leni: Len, kelupaan! Mo kasi nama anak cewe Ester ya? Dulu gw jg berpikir gitu.. tapi ada yang bilang "Ester sounds so old... Grandma Ester.." Hahaha abis itu gw gak jadi deh. :P

    BalasHapus
  12. teph qreeeenn dehh.ahahaa.. anyway akuu juga prnah mengalami hal spertii kamuu.. rasa-na hinaa bangeed yaaa.. truZ jelek-na si iblis tuhh pake tuhh cara untuk kita spya kita trus2an anggep diri kitaa hina..huhhh..
    yang sdah brlalu biar brlaluu yg pntg skrg kt bertobat enn nggak buat ituu lgi.hhohoo..
    nice sharing teph :)

    BalasHapus
  13. @Kezia: iyaahh!! aku uda baca post kmu yg terakhir, jadi mengingatkan aku juga! jangan nengok ke belakang! kita adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu! Amin!

    BalasHapus
  14. Nice Stephanie, sebagai cowok... sebelum mengenal Tuhan saya juga ikut arus 'adat' dunia, tapi setelah tahu Kebenaran, saya juga memandang bahwa seberapa saya sayang sama dia itu berbanding lurus dengan seberapa saya menjaga dia. Tidak hanya tulisan Stephanie yang memberkati.. tapi juga setiap komentar yang trus diberikan.. Thx all.

    BalasHapus
  15. @Psalm: Kesimpulan yang sangat tepat! --> "seberapa saya sayang sama dia itu berbanding lurus dengan seberapa saya menjaga dia"
    Ya, teman2 yang lain memang sangat memberkati lewat komen2nya. :)

    BalasHapus
  16. iyaaa kalo yg di buku One Night with the King itu bener2 ditekankan it's all about the King. But gue penasaran ama chosen ini sayang di sg ngga ada di library (kan mayan bisa pinjem gratis hahaha).

    BalasHapus
  17. steph : yaa inilah kenyataan di kota gw hahaha byk skali pasangan yg spt itu dan itu menjadi hal yg "biasa" argggh gw turut prihatin maka nya ada yg blg klo di sini mesti pinter2 jaga diri dan bergaul
    yaaaaaaaaaa steph hehehe thx buat sharing km yg buka mata hati gw... iya2 kita mau start jd couple yg diberkati Tuhan, kan iman tanpa perbuatan adalah NOL, maka nya harus dipraktekkan.,..
    iya kmrn blg mau kasi nama Esther trus spt nya ketuaan dan namanya pasaran ya hahahha =)

    BalasHapus
  18. Rifanny Grace30 Maret 2011 21.52

    wahhh kereeensssss fan... b^^d
    kok gw br liat post'an'nya hr ini yah, dahal dr kmrn2 gw pantengin blog u terus, tp ga ada post'an yg muncul yah... *bingung
    sama fan, dl gw juga pernah ngerasain kyk gitu, sblm putus pun gw mrasa rendah n maluuu banget ma diri gw, walupun gw juga ga nyerahin smua'na yah... n pas putus, wah si iblis bikin gw tambah mrasa bsalah n ga layak banget dah *palagi pas putus itu, gw lg bertekad wat balik ngelayanin Tuhan n lg pelayanan d camp remaja jg... banyak banget pemikiran yg muter2 d pala gw... sempet ga tahan liat tatapan n omongan2 (baca: gosip) sodara sepupu gw *yg menurut gw terlalu kepo wat ngurusin urusan gw, bukan'na menghibur malah bikin sedih n tambah sakit ati T,T wehhh rasa'na pengen gw bekep tuch mulut2'na >><<
    tp mank si Babe bae banget dah... Dia malah masi mau layakin gw wat ngelayanin Dia, malah sekarang pelayanan gw jd lumayan berjubel tp gw SUENENGGG banget... gw msi bs d kasi pelayanan ini ono, b'arti gw msi d percaya n d bri kesempatan ma Babe, n gw bakal give give and give the best fur HIM... (\(^,^)/)
    keep writing, my sista darling *cup cup muahhh muahhh =)

    BalasHapus
  19. hahahaaaa.. nantii akuu mo share dehh tentang pengalaman kuu yg ad hbgn dengan boundary pacaran.hahahaa.. dtggu yaa teph :p

    BalasHapus
  20. @Ci Grace: Yang Chosen ini sih bagus bangeeett cii!!! Aku kasih 5 bintang dr 5!! Hehehe

    @Leni: thanks to the Lord, Len! Gw sih nulis cuman alat doank. Kalo bukan Tuhan yang sentuh hati lo, pasti tulisan gw gak ngefek juga. However, I'm glad that u make a right decision! :)

    @Rifanny: Cup cup muach muach!!! Hehe Fan, I love your sharing. Huggss!! :) Gw gak nyangka ternyata perasaan yg gw alami, tnyt beneran dialami oleh cewe lain jg. Yup! Tuhan sangat sayang sm kita n Dia masih mau pakai kita melayani Dia. Luar biasa banget deh Tuhan mau percayain suatu tanggung jawab ke kita. Gw seneng Tuhan spt 'menemukan' lo kembali, Fan! GBU!

    @Kezia: Mana Kez, mana?? Hahah uda ga sabar ni mau baca!! :D

    BalasHapus
  21. Halo Stephanie, salam kenal ^^.
    2 thumbs up buat postingan lu :)....gw makin diingatkan lagi u/back to God's master plan for our life and body..THanks a lot for writing ya, izin buat share ke teman2 gw hehe...

    BalasHapus
  22. @Irene: Hai Irene! Salam kenal juga! Yup! Mari ikutin apa yang Tuhan mau!! Silakan dishare.. :)

    BalasHapus
  23. duh baru baca post ini C T___T tapi kereeeeennnn banget!!!! aaaaiiiih super duper zuper kereeeeen ^^ aku suka banget percakapannya Esther dg Raja itu....benar2 melukiskan gambaran kualitas diri Esther!

    btw, beli bukunya dimana ya? jadi pingin beli n baca juga C hehe :D

    BalasHapus
  24. @Louisa: Iya Ester emang keren banget sa!! Beli di Metanoia aja. Aku beli di situ.. hehe Bukunya aku kasih 5 bintang!!! :)

    BalasHapus
  25. Makasih banyak buat share-nya.. Aku sangat bergumul dengan itu..

    Sama banget soal ini:

    "Saya baru menyadari bahwa saya sudah kehilangan my holiness and my purity ketika saya putus. Padahal, saya gak nyerahin semua lhhooo!! Tapi saya sungguh2 merasakan that I lost my holiness and my purity.. So sad.. :( And you know what? Perasaannya jauuuuuhh lebih parah dibanding perasaan tertolaknya!!! Seperti yang saya bilang tadi: saya merasa hina, rendah, kotor, gak berharga, gak suci.. saya merasa bersalah banget pada Tuhan, dan gak pantas untuk mendampingi my future husband. Parah!! Hati saya serasa tercabik-cabik!!! Gak enak banget perasaan kaya gituu!!!"

    Cuma ya itu dia, udah berapa kali bicara sama Dia, tetep aja rasa bersalah itu ga gampang hilangnya.. Butuh waktu rasanya..

    BalasHapus
  26. @Febe: my heart weeps with yours, Feb.. I'll pray for u. Betul, emang butuh waktu. Gw juga gak dalam sedetik bisa merasa kembali bersih. But keep on praying n reading the Bible! Allah mengasihimu, Feb! :)

    BalasHapus
  27. Ci.. thank u for sharing this post =).. really need to ask His guidance untuk bsa jaga citra Tuhan dlm diriku.. Ci mau tanya, mksdnya menyentuh yang kekal (God Himself) itu apa artinya?? butuh penerangan hihi tx ya Ci =)

    BalasHapus
  28. @Christy: yg pertama, kita harus ngerti dulu kalau di dalam diri kita itu ada Kristus. Dia tinggal di dalam kita. Jadi, kalo ada orang lain menyentuh kita, sebenernya ia nyentuh Kristus juga. Kan kita dan Kristus sudah jadi satu. :) so, kalo ada orang mengasihi kita, sebenernya ia mengasihi Kristus yg ada dlm diri kita. Kalo ada org nyakitin kita, sebenernya dia nyakitin Kristus yg tinggal dlm kita juga. gimana? ngerti ga yah? maap agak ribet jelasinnya..

    BalasHapus
  29. hai mbak stephanie... ijin share di FB ku ya, tentu lengkap dgn credit-nya...
    Tulisan nya banyak bgt yg memberkati aku, sbg cewek yg skrg lg bljr untuk tunduk sm Allah dan nyerahin semuanya buat Allah.
    Pas baca tulisan ini, aku teberkati bgt, dan encourage aku u/ semakin jaga diri,hati n jiwa aku. Be purity...

    makasih sx lagi, mbak
    GBU

    BalasHapus
  30. @farha: hai Farha! nice to know u! sure! thanks yah uda mau share tulisan aku. betul! yuk kita berserah total ma Yesus dan terus menjaga our purity di dalam Kristus. :)

    BalasHapus

Ayo tinggalkan jejakmu di blogku! ^.^