Sabtu, 26 Maret 2011

Batasan Fisik

Berawal dari baca post ci Lia tentang 5 Love Language (Words of Affirmation, Quality Time, Receiving Gifts, Acts of Service, dan Physical Touch) di SINI dan akhirnya jadi ikut2an tesnya di SINI, saya jadi kepikiran soal bahasa kasih yang terakhir: Physical Touch. Saya kasih lihat dulu yah hasil tes saya. ^^v

9 Words of Affirmation
9 Quality Time
5 Receiving Gifts
6 Acts of Service
1 Physical Touch

Dari hasil itu, keliatan banget saya gak suka disentuh! Hahaha.. Saya pernah baca buku. Katanya soal sentuhan ini sangat dipengaruhi oleh bagaimana kita dibesarkan di keluarga kita. Apakah ortu dan saudara2 kita sering menyentuh kita seperti menggandeng, memeluk erat, dan mencium kita? Atau kita jarang saling menyentuh? Ini penting nih!! Soalnya bagaimana kita menerjemahkan arti sentuhan dalam keluarga akan mempengaruhi kita dalam menerjemahkan arti sentuhan dengan orang lain, terutama lawan jenis. Kalo emang dari kecil sampe gede kita sering bersentuhan dengan anggota keluarga, kita tidak akan mudah menerjemahkan sentuhan dari lawan jenis sebagai suatu yang berbau seksual, which is very dangerous kalo kita lagi ada dalam suatu hubungan a.k.a pacaran.

Mulai dari sini, saya mau bilang bahwa selain keluarga, ada hal lain yang sangat mendasar juga yang membuat arti suatu sentuhan berbeda, yaitu: gender! As a woman (ciiieeehhh.. not a girl anymore lho!! XD) dan berasal dari keluarga yang jarang menyentuh, ini nih terjemahan saya soal sentuhan ketika berpasangan..

If the man holds my hand, I feel he likes me.
If the man hugs me, I feel comforted and protected.
If the man kisses me on my forehead, I feel respected.
If the man kisses me on my cheeks, I feel he cares for me.
If the man kisses me on my lips, I feel he loves me.

However, if the relationship stays longer, holding my hands means so much more than 'he likes me'. When he holds my hand, I feel he likes me, he wants to protect me, comfort me, he cares for me, and he loves me.

Okaaayy, itu terjemahan saya dari sudut pandang seorang wanita. Sekarang gimana para pria menerjemahkan seluruh sentuhan itu?? Apakah artinya sama semua dengan yang wanita?? Atau sebenernya cuma nafsu semua?? Bukannya cowo2 pikirannya sex mulu??

Gini yah, yang saya tulis di atas semuanya memang mewakili apa yang saya rasakan, tapi belum lengkap! Gak cuman cowo yang begumul dengan nafsu seksual. Perempuan juga bisa bergumul kok dengan hasrat seksual. Soalnya saya sendiri bergumul dengan hal tersebut! Harusnya, lengkapnya begini nih:

If the man holds my hand, I feel he likes me.
If the man hugs me, I feel comforted and protected, and also I feel he wants me sexually, so it makes me wanting him sexually, too.
If the man kisses me on my forehead, I feel respected, and also I feel he wants me sexually, so it makes me wanting him sexually, too.
If the man kisses me on my cheeks, I feel he cares for me, and also I feel he wants me sexually, so it makes me wanting him sexually, too.
If the man kisses me on my lips, I feel he loves me, and DEFINITELY I also feel he wants me sexually, so it makes me wanting him sexually, too.

Jadi, saya sendiri bergumul dengan hasrat seksual itu. Kadarnya terus bertambah sesuai urutan saya menulisnya. Makin ke bawah, kadarnya makin sulit untuk ditahan. Frekuensi pertemuan berdua pun akan membuat saya semakin kesulitan menang dalam pergumulan ini.

Gimana dengan cowo? Lebih mudahkah bagi mereka untuk menang? KAGA!!! Emang bener cowo itu pikirannya hampir selalu sex mulu! Ada penelitian terbaru di Inggris yang mengatakan bahwa: pria rata-rata memikirkan hubungan seks 13 kali dalam sehari atau total mencapai 4.745 kali dalam setahun. Sementara perempuan, sebagai perbandingan, memikirkan hubungan seks hanya lima kali sehari atau 1.825 kali setahun. (Sumber: Kompas Health). See?? Kalo saya terpicu setelah disentuh, mereka gak usah disentuh juga udah terpicu sendiri! Terpicu dari mana? Mata!! Cukup dengan ngeliat cewe2 dengan body aduhai, mereka udah bergumul dengan hasrat seksual. Apalagi bersentuhan langsung!! Dari gandengan tangan doank, mereka udah bisa mikir yang enggak2. Ada nih pengakuan seorang cowo yang gara2 gandengan tangan, jadi piktor: Pak Eka namanya, bisa dibaca di buku Pacaran Tanpa Ciuman - Ratna Yoes & Eka Chandra. Saya udah pernah nulis tentang contoh ini di review Lady in Waiting Ch. 9. Beberapa pria yang ngobrol dengan saya juga pernah bilang bahwa sulit sekali bagi mereka untuk sama sekali tidak memikirkan soal seks. Pergumulan mereka bisa dari detik ke detik untuk menang dalam hal ini.

Pas pacaran gimana donk?? Cobaannya kan gede banget tuh!! Nah ini dia.. Mengingat kita semua, baik pria dan wanita, sama lemahnya dalam menghadapi godaan dosa, saya mau merangkum saran yang sudah diberikan oleh beberapa penulis lain.

Saran mereka sama: pas awal pacaran, we must set a definite boundary of physical touch. Saya kasih contoh dari beberapa pasangan yah.

1. Joshua Harris - Shannon (Boy Meets Girl, p. 187-188). Btw, ini sedikit berbeda, mereka membuat perjanjian ini di awal masa pertunangan mereka, bukan di awal masa pacarannya.
Kami tidak akan saling pegang2, artinya kami tidak boleh:
  • mengusap-usap punggung, leher, atau lengannya
  • menyentuh atau membelai mukanya
  • memainkan rambutnya
  • menggaruk lengan atau punggunggnya

Kami tidak akan berdekapan, maksudnya:
  • tidak duduk berdempetan di sofa, menonton film
  • tidak bersandar di pundaknya
  • tidak berbaring bersebelahan
  • tidak main gelut2an

Kami akan menjaga pembicaraan dan pikiran kami, maksudnya:
  • tidak membicarakan hubungan fisik di masa depan
  • tidak memikirkan apa yang bisa menjadi dosa sekarang ini
  • tidak membaca (sebelum waktunya) bacaan tentang hubungan intim dalam pernikahan

Kami tidak akan berduaan ketika hari sudah larut malam.

Ekspresi fisik yang masih pantas:
  • berpegangan tangan
  • Josh menaruh lengannya di pundak Shannon
  • Bersentuhan pipi sejenak.

Detail banget yah?! Mereka bermaksud menjaga hati dan pikiran mereka tetap kudus di hadapan Tuhan, karena mereka tahu bahwa dosa gak cuman tindakan nyata yang kita lakukan. Tapi, kalo di dalam hati dan pikiran sudah menginginkan hal-hal yang tidak diperkenankan Allah, itu juga udah termasuk DOSA!

Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

2. Pasangan kedua, Michael D. Stoltzfus - Yuliana Stoltzfus.
Di awal pacarannya, mereka bikin DETAIL BANGET semua hal yang akan mereka kerjakan sebelum, selama, dan sesudah hari pernikahan. WAJIB LIAT di blog mereka Our Wedding Dream!!! Saya copas langsung yang bagian physical touch selama belum married yah!! This is it:

3. Keep ourselves pure
- Avoid holding, hugging, and touching to guard ourselves
and also those who are watching our relationship

- To be an example and an inspiration to young people around us
that it is possible to have a holy and positive relationship

- Our first kiss is our wedding kiss


Mereka mencegah seluruh sentuhan fisik sebelum pernikahan! Liat poin yang pertama? Touching is avoided! Apalagi more than that?! Mereka juga berkomitmen to have their first kiss on their wedding day. Tujuannya? Supaya mereka bisa jadi contoh untuk pasangan2 muda lainnya untuk mempunyai sebuah hubungan yang kudus dan memuliakan Tuhan. Si suami, Mike, bener radikal lho! Seru bener pas foto prewed, si Mike bener2 kaga mau ada foto2 hugging sama calon istrinya. Ini nih tutur kata ci Lia (baca lengkapnya di SINI):

"calon suami gue itu emang STRICT BANGET dah... ampe waktu itu gue sempet ngambek sama dia gara-gara pas foto Pre-Wed, dia bilang, gak mau ada PELUK-PELUK. Kita sih uda sepakat, gak mau ada cium2 krn kami mau first kiss-nya dihadapan Tuhan, keluarga dan jemaat. tapi COME ON... ini foto Pre-wed! sekali seumur hidup, pake baju penganten gitu loooh, mumpung dandan cakep-cakep, masa fotonya kamu di ujung, aku di ujung... kamu berdiri.. aku duduk... ooooiiii please deh JANGAN SE-EXTREM itu kaleeee.... aku juga gak mau kamu jatuh dalam temptation, gak punya niat JATOHIN kamu kok... ini kan foto yang cuma 2-3 detik, diliatin segambreng orang lagi ( make up artis, fotografer, pengatur lighting 2 org) RAMEEEEE gitu looooh...

akhirnya, gue memenangkan pertandingan adu bacot, wkwkwk... enggak sih, gak pake nada tinggi segala.
makanya ada 2 foto prewed gue yang dipeluk dari blakang, karena dia gak mau peluk dari depan, hehe.. fotografer uda geleng-geleng kepala pas ngarahin gaya...."

Keren bener yah suaminya ci Lia?! Kayanya cowo model kaya gitu one in a million tuh! Buat ci Lia: ciiii, I don't eye your husband lho!! I just admire his submissiveness to the Lord. Hehehe :D

3. Contoh pasangan yang terakhir, ya Pak Eka Chandra dan Bu Ratna Yoes tadi. Mereka berkomitmen gak mau pegangan tangan, soalnya pegangan tangan jadi batu sandungan buat si cowonya, jadi tempted untuk jatuh dalam dosa. Daripada jatuh dalam dosa, mending gak usah pengangan tangan deh!

Kesimpulannya: di awal hubungan, setiap pasangan yang rindu memuliakan Tuhan Yesus dan menjadi teladan bagi pasangan2 lainnya, sangat disarankan untuk bikin boundary of physical touch. Berhubung setiap orang dibesarkan di keluarga yang berbeda-beda kadar physical touchnya, jadi setiap pasangan harus membuat sendiri their own set of boundaries. Liat kan kalo Joshua & Shannon memperbolehkan mereka saling berpegangan tangan, tapi kalo Mike-Yuliana dan Eka-Ratna udah sama sekali kaga mau pegangan tangan? Itu udah menunjukkan bahwa setiap batasan2 itu akan tergantung dari pasangan itu sendiri.

Setelah bikin a set of boundaries itu, difotocopy!! Bagiin ke orang2 terdekat kita supaya mereka bisa memantau kita. Minta orang2 tersebut menjaga dan MENEGUR kita kalo kita udah gak patuh sama boundary yang kita bikin tadi. Jadi, penting juga untuk mengajak mereka pergi bareng2 kita, supaya kita gak berduaan mulu! Kalo udah berduaan, cobaan kan gede yach?! Makanya, perlu ada yang jagain supaya hubungannya tetap kudus.

Gimana teman2? Terasa sulit gak untuk mempraktekkan saran ini? Bikin a set of physical touch boundaries dan mempraktekkannya. Susah? Gampang? Menurut saya sih susah! Butuh komitmen dan kerja sama dari kedua belah pihak, baik yang cewe maupun yang cowo. Butuh pria2 dan wanita2 yang imannya pada Kristus mampu mengalahkan hormonnya!! Tapi, susah2 gitu, nyatanya ada lho yang mampu menjalankan komitmen model begini. Hasilnya? Mereka menulis bahwa mereka merasa puas dan diberkati dalam kehidupan seksualnya setelah hari pernikahan. Mereka merasakan indahnya karunia seks yang diberikan Allah. ^^ Singles, pada lom tau kan rasanya?? Saya juga!! Haha.. Yok kita berusaha menjaga kekudusan dengan membuat batasan2 fisik ketika menjalani hubungan dengan lawan jenis!

33 komentar:

  1. Fanii.... bagusss banget!

    stiap kita yg mgasihi Tuhan emang "gak pernah mrencanakan kejatuhan" dalam relationship, pasti maunya hubungannya bagus dan jd berkat sampe ke pnikahan juga tp masalahnya kita kdg GAK AWARE sm yg namanya "youthful sin" ( dosa hawa nafsu ) padahal 2 tim 2 : 22 uda warning kita" FLEE from the evil desires of youth " IBLIS Mrencanakan, memasang jeraaaaat buat kita anak2 Tuhan yg bpasangan buat kita "jatuh", gak maksimal hidupnya dan hdp dlm pnuduhan.

    dulu aku smpet ada dlm relationship yg gak sehat, tlalu byk physical touch yg akhir2nya susah bgt dikendaliin smpe msti ambil tindakan tegas, INI BAHAYA dan HARUS di-CUT :(

    yah awal2nya gitu krn gak set boundaries. i let him touch my hair, hold my hands, kiss my forehead, hug, etc... smpe akhirnya tuh hub jd GAK SEHAT, dimana ada "celah" dsitu dosa akan masuk.

    pas dating sm mike, kita bikin strict banget dan AKU GAK NYESAL :) kami bnr2 mgalami the beauty of pure courtship ( full respect for each others ) and the beauty of physical intimacy after marriage ^______^

    jd panjang nih komentnya... but the Bible is true.. " apa yg km tabur itu yg km tuai" taburlah hal2 dari roh dan kekudusan, kamu akan menuai sstu yang kekal dan mberkati sluruh hidupmu :)

    BalasHapus
  2. hahaha. gue jadi pengen nulis soal batasan fisik dalam berpacaran neh. :p bahasa primary languagenya tepen itu adalah ... PHYSICAL TOUCH ... pas gue tau ... DUENK!! >.< gilaaa ini gmana caranya jaga kekudusaaaannnnnn >.< pusink deh pusink pusink pusinkkkk hahaha. selanjutnya bisa dibaca di notes gue yg baru yak hahaha

    BalasHapus
  3. @ maknyak grace : cepetan tulis... daku sudah rindu tulisanmuuuuuuuuuuu... hehehe

    BalasHapus
  4. ci Fani, bagusss banget!! ayo ayo blog kita saling melengkapi yah hehehe :D

    btw, caranya ikut tes buat ngerti love language kita yang mana itu gimana ya C? ada bukunya gak? or harus tes sendiri? ato gimana?

    BalasHapus
  5. eh Ci Fanii....ijin share di wall fb yaaa....:)

    BalasHapus
  6. masa pacaran dan masa tunangan jadi masa perjuangan ya... dan kemenangannya ada dalam pernikahan... super sekali.. setuju-setuju-setuju.

    BalasHapus
  7. @Ci Lia:Amin ci! Aku mau ikut teladan cc n pasangan cc! Aku percaya kalo kita mau strict banget, pasti akan ngalamin spt yg cc bilang: the beauty of pure courtship ( full respect for each others ) and the beauty of physical intimacy after marriage. ^^

    Yep2! Aku pernah ngelewatin jg tu masa2 relationship yg gak kudus. Ouw.. pas bubar, rasanya aku hina, rendah, n kotor banget ci. Sampe nangis n malu.. ga tau gmn mesti ngomong to my real prince. Tp, atas anugerahNya, aku dibebaskan dari rasa tertuduh. Bahkan aku sekarang bisa2nya nih berani posting kaya gini. Aku diingetin bahwa ini bukan tindakan mempermalukan diri sendiri, tapi untuk jadi kesaksian buat org2 bhw aku adl manusia yg lemah, yg bisa jatuh dlm dosa. Tapi, hanya karena kasih & pengampunan Tuhan Yesus saja aku bisa pulih. Udah ga merasa tertuduh lagi dan rindu untuk menjaga semua saudara seiman agar bisa menjalani kekudusan selama menjalani hubungan.

    Kemaren udah bergumul banget buat klik 'Publish Post.' post-enggak-post-enggak... Fiuh.. berat buat nulis begini. Hahaha.. Tapi, krn dari hati didorong terus buat publish, nurut dah!! Thanks utk teladannya ci! Aku belajar banyak dr hubungan cc n suami! GBU!

    BalasHapus
  8. @Ci Grace: Oh ya?? Trus gmn cc ngejalanin pacarannya? Aku kaget juga bahasa kasihnya ko Tepen itu physical touch! Mana mana mana tulisan cc?? Jadi penasaran nihh!!!

    BalasHapus
  9. @Louisa: Sa, itu aku udah kasih link buat tesnya. Tinggal kerjain di inet aja. Ni aku kasih lagi deh ya. http://www.5lovelanguages.com/assessments/love/

    Bukunya banyak di toko buku Sa. Di metanoia, gramed juga ada. Kamu bisa cari langsung. :)

    BalasHapus
  10. hehee tulisannya dha kelar steph. ada di sini
    http://www.facebook.com/note.php?created&&note_id=10150136973987962&id=336521874821

    BalasHapus
  11. steph : knapa gw suka blogging? inii nih alasan nya karna byk yg bisa dipelajari dari teladan anak Tuhan!!!!
    thx a lot ya.. gw jg hampir jatuh dlm jurang dosa jd mnrt gw kita ga harus malu utk sharing karna Tuhan slalu ngasi kesempatan buat anak Nya bertobat ... dan emank bnr sech hal-hal yg kamu paparkan itu, gmn cara nya menjaga hub yg kudus di hadapan Tuhan... gw dl jg mkir hal yg sama,, klo ud di kiss dan putus itu rasa nya hina banget dan gw kaget liat tmn2 gw yg biasa aja tuh meskipun ud nyerahin semua....

    BalasHapus
  12. @Leni: Ur welcome Len! Sama! Gw jg demen blogging krn jadi bisa bertumbuh dlm Tuhan! Wah, ternyata lo jg merasakan hal yg sama yach. Gw gak nyangka.. tnyt emang desainnya perempuan gitu yah. Hebat ya Allah bisa ngedesain kita ky gitu! Sentuhan fisik berhubungan langsung dg emosi dan harga diri.

    Temen2 lo biasa aja meskipun uda nyerahin semua? Gw gak percaya Len.. Pasti deep down in their hearts, mereka sangat terluka.. Sedih gw bacanya..

    BalasHapus
  13. ya maybe gw ga tau ya perasaan dia, tp mnrt cerita dia sech kyk na oke2 aja meskipun uda serumah sblm merid.. itu mgkn cara pkir secara duniawi ya...
    gw aja dgr nya gw yg merasa sedi,7 thn pcaran tp putuss dan dia ga nyesal dg keputusan nya itu..

    ya steph, mayoritas cewe mkir na gt dan jarang ada anak Tuhan yg mau post2 yg begini dan km one of anak Tuhan yg luar biasa . SO, gw merasa diingetin aja nih ama Tuhan lwt tulisan lu. mpe sblm tdr gw doa nih gara2 topik ini dan gw lebi tau byk apa yg Tuhan mau dlm hubungan kita dg pasangan...
    Ci Lia & Ci Grace jg nulis hal & topik yg sama dan itu bnr2 luarrrrr biasa mnrt gw :)
    Proud of u ....
    maju teruss dan nulis terusss!!!

    BalasHapus
  14. fan, aku dah mulai tgl 25 maret itu but aku belum bisa nulis di blog karna lumayan sibuk,,,

    hehe postmu yg ini keren bgt, dalam Tuhan pasti bisa kita lakuin. God bless

    BalasHapus
  15. @Leni: Owh.. sampe sempet tinggal serumah pdh lom married yah.. Well, I'm sad for her. Tapi kita gak bisa ngejudge pilihan dia. Mungkin dy sendiri jg gak mau akhir ceritanya jadi begitu.. :( Mungkin dy emang bener kuat dan ga merasa bersalah spt yg lo bilang, tapi dalamnya hati cuman Tuhan deh yg tau. Kt doain aja.

    Puji Tuhan kalo tulisan gw bisa mengingatkan n mengarahkan orang makin deket sm Yesus. :) A.Y.S,S.S --> Asal Yesus Senang, Stephanie Senang!

    Iyaaahh!!! Gw juga belajar banyak dari tulisan ci Lia n ci Grace!! Hehehe Ayo lo juga keep writing n jadi terang Kristus di tengah2 dunia ini!!

    @Uly: Uly, I'm glad that u are committed to finish reading the Bible! Gak sabar nih tunggu hari kamu bilang: 'Horee udah selesai baca Alkitab seluruhnyaaaa!' :D

    BalasHapus
  16. wahhh bguuuZ steph.hohooo.. iyaa memang boundary hruX dibuat. cewe ituu penentu hubungan koqq mo dmnaa..hohoo.. nice share steph :)

    BalasHapus
  17. A.Y.S,S.S ---> keren ya hehehehe
    iya thx buat tulisan km...--->tulus banget thx nya hahaha krn gw diingatkan ama Tuhan lwt tulisan km,...
    Praise God :)

    BalasHapus
  18. kerennn banget... bener2...
    buat aku yang dibesarin dikeluarga yang lumayan sering "bersentuhan"
    cium pipi mami papi klo mau pergi sekolah
    kalau seneng peluk2-an, sama dede juga gitu
    aku malah seneng bgt klo dipeluk, klo lagi sedih atau seneng,
    kalau pembinaan, dan lagi mewek2nya, aku selalu minta dipeluk sama pembinaku..
    ya walaupun aku belum pernah pacaran sampai usia segini, tapi aku kadang suka bingung, dan suka mikir emang kalau pegangan atau gandengan tangan sama pacar bisa bikin kita mikirin dosa yahh... hahaha...
    tapi setelah denger kesasian, dan ngalamin sendiri, bukan sama lawan jenis yah, aku klo disentuh bisa ngerasain kedekatan dan keintiman yang lebih... (yang mungkin bisa gawat klo sama "pasangan")
    tapi secara jujur aku juga pengen bgt punya hubungan yang kudus dihadapan Tuhan, dan pasti aku dan pasangan kelak akan buat boundary of physical touch kita
    kaya cilia and ka mike.. hohoho
    suka bgt sama tulisannya

    (dinta) ^^V

    BalasHapus
  19. @Dinta: wah kamu beruntung Din dibesarkan di keluarga yang memang biasa menyentuh. Jadi gak gampang salah menafsirkan sentuhan orang lain. Heheh Tapi emang sama pasangan harus jauh lebih hati2 sih.. Dan kalo sekarang kamu lom pernah pacaran, beruntung sekali kamu! Kamu ga perlu ngalamin emosi2 negatif yang bikin kita bisa merasa sediiiiihh sekali. Iya, ayo mencontoh pasangan Mike & Lia! Heheh

    BalasHapus
  20. Tuhan pasti mampukan aku
    aku pasti bisa nyelesaianNya.
    trims ya fan, atas supply doanya. God bless

    BalasHapus
  21. @Uly: Setuju! Tuhan yang akan mampukan kmu! GBU2! ^^

    BalasHapus
  22. Stephanie....baca ini, q jadi tertemplak *plak...plak...plak...* soalnya God uda lumayan lama suru aq tulis soal topik yg sama ini, aq uda tulis sebagian, cuma ga selesai2in ampe skrg,baca blog ini lgsg inget!!!OMG ada PR yg blum kuselesaikan :p

    Share dikit, SETUJU banget perlu ada batasan fisik saat pacaran. Tiap pasang beda2, bisa ukur "kemampuan menahan diri" masing2. Kalo aq sama suami, pas awal pacaran komitmen utk ga ada physical touch sama sekali(Trmsk gandeng tangan), soalna aq trmsk orang yg lemah bgt dalam hal physical touch. Panjang lebarnya ntar deh di blog, wuaa doakan aq segera menyelesaikannya ya ^^ *musti belajar dr Steph yg rajin bgt ngeblog nih :p*

    BalasHapus
  23. @Ci Lisa: ciciiii akhirnya dikau muncul lagi di dunia blog!!! hehehe iya ci, aku kan liat contoh cc ma ko Agus. Aku inget banget yg ko Agus duluan ngajak cc utk bikin batasan2 fisik itu, n bahkan pas keluarga cc dorong2 dy untuk pegang pundak cc cuman buat foto doank, ko Agus keukeuh gak mau. Saluuutt!!!! Hehehehe sama yg cc jg bilang kalo pergi cc pasti ajak si Herman, buat jadi protector jg. Ckckc mantaplah PKS-ku yg satu inih!! Ci, salam ya buat ko Agus!! Sayang lom pernah ketemu.. hohoho Okey ci, aku tunggu tulisan cici!!! :)

    BalasHapus
  24. Hahaha...iya, ingatkan diriku kalo sudah lama absen ngeblog ya :p
    Iyaaa, lucunya pas foto prewed, di awal kita dah bilang ga mau ada kissing gitu kan. Trus orangnya suruh kita pose gendong-an gitu(kyk Mbah Surip aja, gendong ke mana2, ha2), waktu itu aq dah pikir it's ok lah, foto prewed ini,spy gayanya ga gitu-gitu doang. Tnyata ko Agus yg duluan bilang nggak mau(Doengg...aq yg mulai kompromi!). Salut deh buat hubbyku. Ok, pasti disampein salamnya ^^

    BalasHapus
  25. @Ci Lisa: Pasti ci!! tar aku ingetin deh kalo blognya uda mulai jarang lagi. Uwiiihh, suami cc terdengar seperti suaminya Yuliana Stoltfuz, si Mike. Hehehe Godly men smua neh!! ckck

    BalasHapus
  26. Hai c Stephanie, aku termasuk pengunjung gelap blog kamu lho..hehe...
    Walo post ini cici tulis udah lumayan lama, tp gak basi koq ak baca2 lagi sekarang.. dulu udah pernah sih, tp lg iseng nyoba baca2 lg.
    Iya betul bgt, bkn hanya cowo yg bs jatuh dlm godaan seks, cewe juga sama.. Kalo pengalamanku selama pacaran ini, kami mmg gak bergandengan tangan terus, kecuali saat2 nyebrang jalan gt trus abis itu ya dilepas lg. Beneraaan susaaah lho..bbrp kali sempet jatuh jg, krn terbawa suasana (waktu liburan), jd frekuensi touchingnya lumayan sering..tidur d pundaknya jg.. :(
    Masih berdoa n berjuang spy kami ttp jaga kekudusan dng radikal.
    Btw qta sama lho ci, bahasa kasih yg Physical touch trmsk urutan akhir, pdhl bhs kasih pacar aku physical touch itu urutan kedua. Harus baca note nya ci grace nih :D

    thx buat tulisannya :))

    BalasHapus
  27. Hi semua, aku pengen banget sih pacaran kudus tapi pacarku bukan orang indonesia dan buat dia physical contact itu segala2nya, the way we tell each other about our feeling ya salah satunya physical contact terus aku harus gimana ya? Makasihh

    BalasHapus
  28. Hi! Aku rasa Kristus gak membatasi firmanNya utk orang Indonesia aja. Kl pacarmu kenal Kristus dan paham bahwa kekudusan dalam pacaran itu penting di hadapanNya, aku rasa dia mau mengerti. Semoga membantu..

    BalasHapus

Ayo tinggalkan jejakmu di blogku! ^.^