Selasa, 14 September 2010

Lady in Waiting Ch. 8 (2)

Before u read this, please kindly read the previous post: Lady in Waiting Ch. 8 (1)

Wanita yang Puas

Sebelumnya, kita sudah tau tentang cara2 yg seringkali dipakai cowo yang bisa menipu kita, para perempuan. Nah, kita pun punya bagian yang harus dikerjakan. Apakah itu? Yaitu: latihan berdisiplin untuk menyerahkan imajinasi2 lebay kita pada Tuhan Yesus. Apa yang harus Anda lakukan waktu Anda mulai melamunkan seorang pria yang belum pernah berkencan denganmu atau bahkan belum pernah bertemu secara formal? Anda harus membawa pikiran itu kepada Yesus dan meninggalkannya di tangan-Nya yang memiliki kemampuan. Disiplin harian membawa fantasi2mu pada Yesus adalah dasar masa depanmu sebagai wanita yang puas, apakah kamu menikah atau tidak (p. 135).

Seringkali kejadian, gak cuman kita yang imajinasinya lebaayy.. Temen2 perempuan kita pun ikut ngompor2in. Mereka suka nambah2in dugaan2/asumsi2 yang gak bisa dibuktikan kevalidannya. Hahaha.. So, sekarang cewe2, tugas kita bukanlah untuk menerbangkan sahabat kita setinggi2 mungkin sampai dia kewalahan dan sakit hati sendiri saat hubungan itu tidak terwujud dalam kenyataan. Banyak air mata yang telah tumpah karena suatu hubungan yang tidak pernah menjadi kenyataan kecuali di dalam mimpi saja (p. 137). Tapi tugas kita adalah menahannya untuk tetap ada di daratan dan berfokus pada kenyataan, bukan imajinasi2 kita yang suka lebay itu. Jangan biarkan teman kita berlari mendahului waktu Allah karena fantasi2 dia soal pernikahan dengan seorang cowo yang baru dikenalnya.


Ironisnya, teman2 dekat yang membantu mempercepat fantasi pra nikah mungkin saja menjadi orang2 yang harus menghibur teman yang sedang jatuh cinta ini karena ia kesepian saat pria itu mengajak wanita lain pergi dan tidak ada lagi kisah dengan pria ini. Kekecewaannya sama proporsinya dengan tingkat di mana ia dan teman2nya bereaksi terlalu dini terhadap hubungan yang hanya akan berlangsung di dalam kenangannya saja (p. 139). So, kita mau jadi seorang teman yg ngompor2in, terus akhirnya melihat temen kita sedih banget dan akhirnya menghibur dia yg sakit hati itu? To be honest, kita juga salah satu penyebab dia sakit hati. Kalo kita gak ngompor2in, dia juga gak akan berpikir terlalu jauh. Dia mentok dengan fantasi dia. Tapi ini, fantasi dia + fantasi kita = banyak sekali fantasinyaaa!!! Makin banyak fantasinya dia, makin hancur lah hatinya saat cowo itu ternyata memilih wanita lain.

Jadi, next time kalo ada temen kita yang curhat soal cowo yang lagi deketin dia, kita jangan ngomong hal2 yang ngompor2in imajinasi dia seperti:
  • "Jangan2 dia Mr. Right elo??!! Umur pas, tampang lumayan, pekerjaan oke, pendapatan cukup, orang tuanya baik, cinta Tuhan, rajin pelayanan. Apa lagi?? Perfect banget sih dia!! Cocok deh sama elo!"
  • "Kayanya dia suka sama elo. Kalo gak, ngapain dia telpon2 elo terus, minta tolong sama elo terus?" Inget! cowo biasa mendapat perngorbanan dari seorang perempuan, karena sejak lahir ada seorang wanita yang terus-menerus berkorban baginya: mamanya.

Tapi, sebaiknya kita mengatakan:
  • "Aku senang kamu mendapatkan saat yang membahagiakan. Aku begitu gembira kamu mau menceritakan kesenangan itu padaku. Sekarang tolong lakukan ini sebelum kamu tidur nanti malam, dalam doa yang sungguh serahkanlah Pria Mengagumkan itu pada Yesus" (p. 139).

Dalam bahasa gaulnya:
  • "Gw seneng banget elo spend a great time sama dia. Thanks ya lo mau percayain gw buat denger cerita lo. Tapi, friend, tolong malem ini lo berdoa sama Tuhan Yesus. Serahkan cowo itu dalam tangan Tuhan dan minta Tuhan tunjukkan apa yang terbaik bagi kalian berdua."

Penting bagi setiap kita, perempuan, untuk punya pemantau rohani. Seseorang yang mendukung kita dalam iman dan memantau harapan2 kita, membantu kita untuk tetap mendarat, gak berimajinasi macam2 saat ada cowo yg pedekate sm kita. Seorang pemantau rohani tahu pentingnya menyerahkan harapan2nya sendiri kepada Dia, satu2nya tempat ia dapat mempercayakan keinginan2 dan mimpi2nya. Ia dapat mendorong orang lain menyerahkan fantasi pra nikah mereka sendiri dan menggantinya dengan kebenaran yang terdapat dalam Mazmur 62:6 "Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari padaNyalah harapanku" (p. 138). Find yourself a good friend/sister in Christ yang bisa jadi pemantau rohani, tanyakan kesediaannya untuk mendukungmu dalam iman dan mendoakanmu ketika engkau sedang dekat dengan seorang pria. Kalau belum ada orangnya, berdoalah pada Tuhan agar memberikanmu seorang pemantau rohani.

Jadi, supaya kita bisa menjadi wanita yang puas, kita harus belajar 3 hal:

1. Waspada pada kata2 dan perbuatan para pria yang bisa bikin kita mikir macem2.
2. Disiplin mengekang imajinasi2 kita.
3. Menjadi seorang pemantau rohani bagi saudari2 kita dan berdoa supaya Allah juga memberikan pemantau rohani bagi kita sendiri.

Mau jadi wanita yang puas? Ayo belajar melakukan 3 hal di atas! Semangat! :)

2 komentar:

  1. Halo, coincidently stumbled into this blog and..wow! Review buku Lady in Waiting ini BAGUS bgt yah!
    Saya sudah menikah dan even I'm not in 'waiting' anymore still would find this book is worth reading dan bener banget loh ƴƍ dibilang buku ini ttg 'kalo gak puas skarang, juga gak puas nanti', 'security datangnya dr T bukan dr pria (suami)' dan smuanya kebawa bgt pas nikah.
    Anyway, dmana nih belinya ini buku?:D

    BalasHapus
  2. halo titin! salam kenal! iyah emang bukunya bagus. banyak kasi masukan untuk wanita. cari di Gramedia atau Metanoia ada kok. :) bahkan sekarang ada yang untuk bahan pembelajaran kelompok. :)

    BalasHapus

Ayo tinggalkan jejakmu di blogku! ^.^